Kredit Perumahan: Batas Pendapatan Diminta Dihapus

0
Ilustrasi: dianeg-realestate.com

KonsPro (10/3) JAKARTA – PENGEMBANG properti meminta pemerintah menghapus pembatasan pendapatan maksimal dari masyarakat berpenghasilan rendah dalam pembelian rumah susun sederhana milik.

Eddy Ganefo, Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia, menilai pembatasan tersebut rawan salah sasaran, sehingga rusunami yang awalnya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan, malah dijadikan investasi oleh yang berpenghasilan lebih tinggi.

“Regulasi yang kami dengar untuk batas pendapatan itu belum cukup jelas, ada yang dibatasi Rp3,5 juta, ada juga yang Rp5,5 juta. Ini rawan dimanfaatkan oleh mereka yang non-MBR,” katanya di sela acara seminar nasional: menyikapi arah kebijakan perumahan nasional, hari ini.

Maka dari itu, dia menambahkan, Apersi mengusulkan supaya rusunami dibatasi untuk pembelian pertama saja, sehingga rusunami akan tepat sasaran.

Selain itu, Wakil Ketua Umum Apersi Bidang Rumah Sejahtera Susun Endang Kawidjaja menambahkan, alternatif lain supaya rusunami tepat sasaran adalah menyusun skema sewa-beli.

Dengan skema ini, para MBR dapat bersaing dengan para investor yang memiliki penghasilan lebih

tinggi dan lebih bankable. (bisnis.com)