Yang Perlu Diperhatikan dalam Membeli Apartemen

0
Ilustrasi (Dok. Shutterstock)

KONSPRO – ANDA  punya masalah hukum di bidang properti? Kirimkan pertanyaan Anda di email konsumenproperti.com@gmail.com. Sertakan alamat, dan indentitas yang jelas, kami akan segera menjawab pertanyaan Anda.

Pertanyaan:

Di Indonesia, rata-rata atau hampir semua apartemen itu dijual secara pre-project selling. Hal ini sangat riskan, karena dapat menimbulkan kemungkinan konflik cukup besar di kemudian hari.

Dari sisi konsumen seperti saya ini, khawatir karena jika terjadi sesuatu hal apartemen itu tidak dilanjutkan pembangunannya, dan itu sudah banyak terjadi, maka uang yang sudah kami keluarkan sulit kembali lagi. Kalau pun kembali potongannya sangat besar.

Dalam waktu dekat saya juga akan membeli sebuah unit apartemen kelas menengah di wilayah Kota Bogor. Terkait dengan itu, saya minta masukan dari Tim Hukum Konsumenproperti.com, apa saja yang perlu saya perhatikan sebelum memutuskan membeli apartemen tersebut?

Ahmad Samsudin, Jonggol

Baca juga: Cara Hitung Denda Keterlambatan Developer

Jawaban:

Pak Udin terima kasih atas pertanyaan yang bapak ajukan. Keresahan yang bapak alami juga mewakili keresahan ratusan konsumen.

Dari sudut pandang hukum, kalau kita ingin membeli properti, terutama rumah susun (rusun) atau apartemen, yang pertama harus diperhatikan adalah isi perjanjiannya. Hal ini penting, karena pada umumnya apartemen yang dipasarkan  itu pre-project selling (menjual proyek belum jadi). Yang dijual adalah “gambar-gambar” dari proyek tersebut.

Sistem seperti ini memang sangat berpotensi merugikan konsumen, sebab kalau develepor mengalami gagal  bangun, maka sudah dipastikan konsumen mengalami kerugian cukup besar. Sudah pasti uang tidak kembali secara utuh, dan akan butuh proses yang lama untuk dikembalikan, bahkan tidak sedikit uang sudah dibayarkan tidak dapat diterima.

Baca juga: Bulan Depan Harga Rumah Subsidi Bakal Naik

Sehingga memang sangat  perlu sikap teliti dan hati-hati. Beda dengan kalau proyek itu sudah jadi (ready stock), dimana barangnya atau unit apartemennya bisa kita cek langsung.

Untuk itu, ada beberapa hal yang harus kita cermati sebelum membeli apartemen yang pre project selling, adalah sebagai berikut:

  1. Isi PPJB. Tetili secara cermat apa saja yang diatur dalam perjanjian pengikatan jual belinya (PPJB), terutama penyelesaian pembangunan dan kapan serah terimanya? Yang Anda harus diketahui, biasanya untuk rusun/apartemen antara penyelesaian pembangunan dengan serah terima itu diberikan batas toleransi waktu 120 hari (sesuai peraturan yang ada). Batas waktu 120 hari adalah untuk mengurus ijin layak huni (ILH), karena menurut peraturan rusun/apartemen tidak boleh diserahterimakan kalau ILH-nya belum ada. Ini menyangkut masalah keamanan.
  • Kelengkapan Surat Izin. Sebelum membeli, pastikan apartemen memiliki block plan, IMB (Izin Mendirikan Bangunan), sertifikat tanah (Hak Guna Bangunan/HGB), izin pendahuluan dan bank penjamin dana pembangunan apertemen. Data ini dibutuhkan untuk mencegah kemungkinan pengembang berspekulasi. Tak ada salahnya apabila kita mendapatkan salinan surat-surat dari instansi terkait dan sebaiknya kita juga mengetahui fasilitas KPA (Kredit Pemilikan Apartemen), yang mungkin diselenggarakan oleh bank tersebut. Selain data dari bank dan apartemen itu sendiri, sebaiknya kita juga meneliti peruntukan lokasi untuk mengetahui apakah lokasi tersebut betul-betul untuk lokasi apartemen.
  • Kredibilitas Pengembang. Kredibilitas pengembang menjadi salah satu pertimbangan penting. Pengembang yang memiliki reputasi baik tidak akan menelantarkan pembangunan atau melarikan uang muka. Undang-undang perlindungan konsumen di Indonesia belum mengatur transaksi jual-beli apartemen secara detail. Untuk memperkecil resiko, disarankan untuk meneliti kredibilitas setiap pengembang. Cari tahu lebih detail tentang apartemen-apartemen yang telah dibuat pengembang tersebut, termasuk meneliti kualitas bangunan yang telah dihasilkan.

Demikian jawaban kami, semoga bapak paham dan lebih cermat dalam membeli apartemen. Terima kasih.

Tim Hukum KonsPro