Was-was Atas Kepemilikan Rumah

0
Dalam transaksi rumah semestinya tidak hanya memperhatikan soal harga dan fisik rumahnya saja. (Ilustrasi)

KONSPRO – ANDA  punya masalah hukum di bidang properti? Kirimkan pertanyaan Anda di email konsumenproperti.com@gmail.com. Sertakan alamat, dan indentitas yang jelas, kami akan segera menjawab pertanyaan Anda.

Pertanyaan:

Mengikuti berbagai perkembangan masalah pertanahan di Indonesia, khususnya di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) akhir-akhir ini, saya menjadi resah.

Saya sekarang sedang mencicil rumah di sebuah kawasan perumahan di Tangerang dan merasa was-was, jangan-jangan rumah dan tanah yang sedang saya cicil itu bisa diklaim pula oleh pihak lain. Kalau orang yang sudah punyak bukti kepemilikan yang sah saja terancam terusir, apalagi saya yang masih mencicil dan belum memperoleh dokumen kepemilikan yang sah.

Baca juga: Cara Aman Membeli Rumah

Mohon penjelasan, mengapa kasus serupa itu bisa terjadi dan bagaimana cara mendeteksi dini bahwa suatu kawasan perumahan atau lahan dalam keadaan sengketa atau bermasalah. Terimakasih.

Antonius Surya, Tangerang (Banten)

Jawaban:

Bapak Antonius Surya di Tangerang, kami dapat memahami keresahan Bapak dan keresahan konsumen properti lainnya yang mengalami hal serupa atau situasi seperti Bapak.

Hal ini wajar saja terjadi dan akan terus terjadi disebabkan karena Sistem Pendaftaran Tanah kita, bersifat formalistik artinya dalam penerbitan sertipikat tanah PPAT dan BPN tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dokumen/data tetapi hanya kelengkapan berkas/dokumen sehingga jika terjadi manipulasi data tidak dapat dideteksi sejak awal. Adapun sertipikat tanah merupakan bukti kepemilikan tanah yang kuat tetapi tidak mutlak artinya bisa saja sertipikat itu dibatalkan jika ditemukan cacat hukum dalam proses dan data-data kepemilikan pada sertipikat tersebut.

Baca juga: Yang Perlu Diperhatikan dalam Membeli Apartemen

Namun Bapak tidak perlu khawatir semua masalah tuntutan wajar saja dan bisa dilakukan oleh siapa saja tetapi tuntutan tersebut tergantung dari bukti kepemilikan yang dimiliki, walaupun Bapak belum memiliki bukti kepemilikan, tetapi pihak developer yang bertransaksi dengan Bapak tentunya sudah melakukan pembebasan tanah untuk perumahan tersebut.

Untuk memastikannya Bapak bisa menanyakannya ke pihak developer berikut izin lokasinya. Selain itu Bapak tentunya telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dengan pihak developer dimana dalam PPJB tersebut dicantumkan nomor sertipikat yang menjadi objek tanah yang Bapak akan beli.

Dalam melakukan transaksi rumah (tanah dan bangunan) memang sudah semestinya tidak hanya memperhatikan soal harga dan fisik rumahnya saja. Namun yang paling penting adalah aspek legal-nya. Untuk menghindari risiko di kemudian hari ada dua hal yang perlu Bapak perhatikan dalam membeli rumah, yaitu:

  1. Aspek Kepemilikan, maksudnya bukti kepemilikan tanah (sertipikat tanah) atas nama developer harus sudah ada pada saat perumahan tersebut dipasarkan, karena dari sertipikat ini bisa diketahui apakah orang/developer itu berwenang untuk melakukan transaksi jual beli tanah dan bangunan tersebut.
  2. Aspek perizinan, maksudnya izin lokasi atas nama developer harus sudah ada pada saat perumahan tersebut dipasarkan karena dengan memiliki izin lokasi berarti lahan tanah di lokasi tersebut telah memenuhi persyaratan teknis untuk suatu wilayah permukiman (residential). Ini meliputi peruntukan tanahnya dan tidak bertentangan dengan rencana-rencana pengembangan sarana umum lainnya.

 Demikian penjelasan singkat ini, semoga bisa membantu.

Tim Hukum KonsPro