Wagub: Kelanjutan MRT Harus Jelas Alasannya

0
1.bp.blogspot.com

KonsPro (27/11), JAKARTA – MESKI  Pemprov DKI Jakarta telah mendapatkan dana pinjaman dari pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT), namun Pemprov DKI tidak mau terburu-buru merealisasikan mega proyek tersebut. Kebijakan ini diambil, karena Pemprov DKI menilai PT MRT Jakarta masih belum dapat menjelaskan dengan baik beberapa hal yang menjadi alasan krusial kelanjutan pembangunan MRT.

“Kita sama-sama ngotot untuk meneruskan pembangunannya, tapi kan harus ada alasannya,” tegas Basuki T Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Senin (26/11).

Menurutnya, kendala kelanjutan pembangunan proyek ini lebih karena hal teknis, khususnya tentang grand design MRT yang akan mengorbankan keberadaan Stadion Lebakbulus. Padahal, pada awalnya keberadaan stadion tersebut tidak akan diganggu.

“Ada perbedaan desain pertama dan kedua. Dibongkar atau tidak stadionnya. Kami setuju, bisa dibuat stadion lain, tapi alasannya harus jelas,” katanya.

Keputusan lanjut atau tidaknya proyek MRT ini, menurut Basuki, ada di tangan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Namun, jika proyek tersebut molor, Pemprov DKI Jakarta terancam sanksi materil maupun imateril dari JICA selaku pemberi pinjaman.

Dalam perjanjian pinjaman atau loan agreement tercantum, jika pembangunan MRT terlambat atau tidak sesuai dengan jadwal, peminjam dikenakan kewajiban membayar bunga sebesar Rp 800 juta per hari. Bunga itu akan menjadi beban Pemprov DKI Jakarta dan juga pemerintah pusat sebagai penerima pinjaman. Untuk proyek MRT sendiri, keterlambatan dibebankan bunga sebesar 0,25 persen dengan jangka waktu pengembalian pinjaman selama 30 tahun.