Telitilah Sebelum Membeli Properti!

KonsPro (1/9) - Teliti sebelum sebelum membeli properti merupakan hal mutlak yang harus dilakukan. Pasalnya, jika salah Konsumen Lebih Memilih Menyelesaikan Sendiri Persoalannyamemilih  bukannya properti atau hunian idaman yang nyaman didapat, melainkan penyesalan seumur hidup.

Ya, dalam beberapa waktu belakangan ini muncul beberapa kasus penipuan yang dilakukan segelintir pengembang terhadap konsumen. Tidak hanya di kawasan Jakarta dan sekitarnya, namun juga terjadi di daerah-daerah lainnya di Indonesia. Kendati begitu, mayoritas konsumen tidak melaporkan hal ini kepada pihak berwenang atau konsumen lebih memilih menyelesaikan sendiri masalahnya.

Menilik kasus-kasus yang muncul, umumnya dilatarbelakangi beberapa hal. Diantaranya adalah tidak tepat waktunya pembangunan proyek, serah terima kunci yang terlambat, penipuan, mutu bangunan tidak sesuai dengan yang dijanjikan, dan lain sebagainya.

Untuk itu, sudah seharusnya konsumen properti di tanah air lebih teliti sebelum membeli properti serta mengenali ciri-ciri pengembang nakal.

Ciri-ciri Pengembang Nakal :

 

  1. Kalau Anda sudah memberikan booking fee, pengembang tersebut tidak mau memberikan PPJB.
  2. Pengembang tersebut tidak memperbolehkan untuk merubah PPJB dan uang tidak bisa diminta kembali.
  3. Progres tidak sesuai dengan schedule yang diberikan. Artinya jika pengembang menjanjikan sembilan bulan, tapi kenyataannya hingga 10 bulan lebih, pembangunannya belum juga terealisasi.
  4. Service complaint yang bertele-tele. Biasanya kalau pengembang yang bertanggung jawab, memiliki team khusus untuk menangani compalint tersebut, dan mereka dengan sigap menyikapi keluhan konsumennya.
  5. Spesifikasi bagunan yang tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan.
  6. Fasilitas, baik fasilitas umum maupun sosial yang tidak dibangun sesuai dengan waktu yang ditentukan.
  7. Memberikan iming-iming yang terlalu berlebihan atau yang muluk. (Zal)