Perbankan Jatim Gencar Salurkan KPR

KonsPro (25/9) – SEBAGAIMANA propinsi terbesar kedua di Indonesia, pertumbuhan bisnis properti Jawa Timur (Jatim) dari tahun ke tahun mengalami kemajuan yang pesat. Surabaya, Sidoarjo dan Gresik merupakan wilayah-wilayah prospektif bagi usaha bidang properti.

Besarnya prospek bisnis properti di wilayah-wilayah tersebut mendorong pihak perbankan menggelontorkan alokasi kredit pemilikan rumah (KPR) cukup besar. Berbagai strategi dilakukan untuk merangsang konsumen membeli properti dengan mengggunakan fasilitas KPR.

Salah satunya bank yang getol mengucurkan KPR adalah BNI Jatim yang memberikan ‘keringanan’ bunga sebesar 8,75 persen fixed selama dua tahun. “Potensi sektor properti di Jatim terus menunjukkan peningkatan. Ini terbukti dengan terus meningkatnya nilai KPR yang dikucurkan dan kian bertambahnya pengembang yang digandeng,” ujar Kakanwil BNI wilayah 06 Jatim Sukarno, seperti dikutip surya.co.id.

Sukarno mengatakan, saat ini pihaknya telah bekerja sama dengan sekitar 90 developer di kawasan Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Sebagian besar perumahan menengah bawah. Dominannya segmen menengah bawah, karena minat masyarakat terhadap properti seharga Rp 300 juta ke bawah terus meningkat. Apalagi hampir semua pengembang juga aktif membuka proyek perumahan segmen itu setiap tahunnya.

“Tentu kami tetap seleksi terhadap pengembang dan calon debitur, khususnya terhadap legalitas, kualitas bangunan, serta karakter pembeli,” ungkap Sukarno.

Terkait ketatnya persaingan produk KPR, Sukarno memiliki senjata yang bakal mampu menarik minat masyarakat, yakni bunga KPR 8,75 persen fixed dua tahun.

Produk ini untuk properti seharga di atas Rp 150 juta. Sedang untuk rumah seharga Rp 150 juta ke bawah, pihaknya menawarkan bunga KPR 9,9 persen.

“Menariknya, kita juga bundling dengan kartu kredit, dimana setiap debitur KPR juga otomatis berhak mendapatkan kartu kredit dengan plafon berbeda-beda,” ungkapnya.

Hingga Juni 2010, penyaluran dana KPR di BNI Jatim tercatat Rp 3,5 triliun atau 50 persen lebih tinggi dibanding posisi akhir Desember 2009 sekitar Rp 2,3 triliun.

Ia optimistis hingga akhir tahun ini KPR di tempatnya bisa tumbuh lagi sekitar 35 persen. Untuk itu, ia gencar membuka kantor cabang pembantu di beberapa daerah. Tahun ini saja, Kanwil BNI wilayah 06 Jatim menargetkan membuka 20 kantor.

Ekspansi itu dilakukan seiring dengan kian meluasnya jumlah nasabah serta pengajuan kredit, khususnya di kota-kota menengah di Jatim, seperti Malang, Kediri, Jember, dan Madiun. (RGK)