Membedah RUU Perkim: Ada Perspektif yang Keliru

KonsPro (24/10) - MENTERI Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa meminta masyarakat tidak salah tafsir terhadap rencana amandemen RUU Perumahan dan Permukiman yang diusulkan oleh DPR. Dimana dalam RUU tersebut ada banyak hal yang diusulkan/diubah oleh DPR. Hal tersebut sangat membantu pemerintah dalam melaksanakan amanat konstitusi, yang menyatakan bahwa tempat tinggal itu melekat sebagai salah satu hak asasi manusia.

Suharso mengakui, bahwa pihaknya banyak menerima masukan, kritik dan saran dari berbagai pihak terkait dengan masalah ini. Ada sebagian kalangan menidung RUU tidak mengakomodir kepentingan rakyat. Tetapi lebih banyak membawa kepentingan kalangan pengembang.

“Isu-isu ini yang kemudian membangun perspektif yang keliru. Apalagi ada beberapa pendapat, bahwa RUU ini mengancam mereka yang tinggal di daerah kumuh. Saya tegaskan, itu semua tidak benar!,” tegas Menpera saat memberikan sambutan dalam diskusi “Membedah RUU Perkim dalam Menjawab Tantangan Pembangunan Perumahan ke Depan”, di kantor Kemenpera pekan silam.

Untuk itu, Menpera mengusulkan agar pembahasan-pembahasan RUU Perkim lebih terbuka, sehingga dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat. Dengan begitu, tidak ada lagi kecurigaan bahwa amandemen UU ini dipengaruhi oleh kepentingan pengusaha.

“Satu hal yang mesti kita sepakati bahwa kita semua bertanggung jawab terhadap penyediaan perumahan bagi masyarakat kita, terutama perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” tandas Menpera. (Erlan Kallo, Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.)