Cara Aman Membeli Rumah

Tanya:
KonsPro (2/9) Kami ingin membeli sebuah rumah di wilayah Jakarta Pusat milik seorang janda dengan sertipikat tanah menggunakan nama suaminya. Meski kami sudah cocok dengan rumah (dengan kondisi baru direnovasi) dan harganya, namun kami masih ragu-ragu.

Selain dengan soal nama yang tertera di sertipikat, menurut kabar/ru mor dari warga sekitar lokasi terdapat rencana Pemerintah Kota Jakarta Pusat untuk melebarkan jalan.

Kami kuatir akan timbul masalah di kemudian hari, baik tentang kepemilikannya maupun penggusuran tanah sesuai dengan rencana pemerintah kota. Untuk itu kami mohon penjelasan dan arahan Bapak, langkah-langkah apa yang dapat kami lakukan sebelum melaksanakan transaksi tersebut.

Andi Titi Faizal, BSD, Tangerang


Jawab:
Bu Titi di BSD, dalam melakukan transaksi khususnya rumah (tanah dan bangunan) memang sudah semestinya tidak hanya memperhatikan soal harga dan fisik rumahnya saja. Namun yang paling penting adalah aspek legalnya. Juga beberapa hal tentang pembayaran dan penandatanganan Akta Jual Beli (AJB), guna mencegah kerugian di kemudian hari.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan, antara lain:

1. Pengecekan keabsahan sertipikat tanah di kantor pertanahan setempat dan memastikan rumah tersebut letaknya sesuai dengan gambar situasi di sertipikat.

2. Memastikan bahwa si penjual adalah pemegang hak yang sah atas rumah tersebut dengan cara:

* Memeriksa buku nikah.
* Fatwa Waris, untuk mengetahui siapa saja ahli waris yang sah, karena harta tersebut adalah harta warisan dari suaminya.

3. Meminta surat keterangan dari pengadilan negeri setempat, apakah rumah tersebut dalam sengketa atau tidak.

4. Meminta keterangan tentang advis planning dari Kantor Dinas Tata Kota setempat untuk mengetahui rencana perubahan peruntukan di lokasi tersebut.

5. Memeriksa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk memastikan apakah renovasi tersebut sesuai dengan IMB perubahannya. Jika tidak bangunan itu bisa disegel atau denda.

6. Memastikan yang menandatangani AJB dari pihak penjual adalah ahli waris yang sah atau setidaknya mempunyai kuasa untuk kepentingan tersebut.

Demikian penjelasan singkat ini semoga bermanfaat. Selamat bertransaksi.