Hydrocarbon Choice To Green Property

KonsPro (24/9) - Apa  yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan Green property dalam lingkungan Strata Apartment Pengunaan pendingin udara yang cukup banyak baik di unit-unit dan di area bersama menjadi salah satu hal yang dapat dijadikan peluang, karena AC merupakan komponen utama dalam pemakaian energy di gedung dan refrigerant yang digunakan pun belum ramah lingkungan.

Sebagaimana diketahui bahwa menurut Montreal Protocol 1987, yang kemudian direvisi melalui London Amendments 1990 dan direvisi lagi dengan Copenhagen Amendments 1992, penggunaan CFC (misal: R – 12 ) dan HCFC (misal: R – 22) di dunia harus dibatasi untuk selanjutnya dinyatakan terlarang.

Pelanggaran tersebut berhubungan erat dengan perusakan lapisan ozon di stratosfer dan efek pemanasan global bumi yang disebabkan oleh kedua jenis zat tersebut. Oleh karena itu, perlu diusahakan mencari refrigerant alternative R – 12 dan R – 22 tersebut. Salah satu refrigerant alternative yang sangat menjanjikan adalah refrigerant HC.

Mengapa Hydrocarbon

Sintetis Refrigerant, seperti

• Chloro Fluoro Carbon ( CFC ), dikenal dengan  R – 12
• Hydro Chloro Fluoro Carbon ( HCFC ), dikenal dengan  R – 22
• Hydro Fluoro Carbon ( HFC ), dikenal dengan  R – 134a

Di Indonesia lebih familiar dengan nama produk (Freon). Produk ini sudah diaplikasikan di Indonesia selama lebih dari 70 tahun. Yang ternyata kemudian ditemukan bahwa dari ketiga jenis gas ini mempunyai kelemahan, baik secara teknik, lingkungan dan ekonomi, dan yang paling penting dari semua itu, refrigerant sintetic sangat membahayakan mahluk hidup baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

Pemerintah Indonesia telah melarang dan membatasi penggunaan ketiga jenis refrigeran ini,  yang secara praktek dimulai sejak tahun 2007. Akibat adanya peraturan baru ini, maka harus ada alternatif pengganti refrigerant yang ramah lingkungan, maka dibuatlah refrigerant alami yang ramah lingkungan, yaitu Hydrocarbon Refrigerant. Hydrocarbon Refrigerant dibuat untuk menggantikan refrigerant-refrigerant lain  yang sangat merusak lingkungan.

• HC-12 ® diproduksi sebagai pengganti refrigerant CFC R-12 yang merusak lapisan ozon dan dapat mengakibatkan pemanasan  global.
• HC-134a ® diproduksi sebagai pengganti refrigerant HFC R-134a yang dapat mengakibatkan pemanasan global
• HC-22 ® diproduksi sebagai pengganti refrigerant HCFC R-22 yang merusak lapisan ozon.

Keunggulan Refrigerant HC:
• Nol ODP dan GWP dapat diabaikan
• Drop-in substitute
• Meningkatkan kinerja mesin (lebih efisien)
• Masa jenis rendah
• Panas laten lebih besar
• Tidak beracun, walaupun dalam jumlah banyak diudara.

Langkah-langkah Penggantian untuk HC:

1. Pemeriksaan fisik, misalnya penyekat, instalasi listrik dari alat pendingin
2. Pemeriksaan fungsi, misalnya karak-teristik pendingin
3. Pengambilan kembali (recovery) CFCs/ HCFCs/ HFCs
4. Perbaikan dan penyesuaian faktor keamanan (lokasi dan peralatan, aturan keselamatan) jika diperlukan
5. Vakumasi (hampa udara) peralatan
6. Uji kebocoran, mis. pemeriksaan kelebihan waktu vakum, penggunaan nitrogen untuk tes tekanan
7. Pengisian HC
8. Uji coba
9. Uji kebocoran HC
10. Pemasangan stiker pengaman

Dari data di atas dapat diambil kesimpulan dengan retrofit refrigerant menjadi hydrocarbon dari segi pemakaian energy  kita bisa hemat hingga 25%, mengurangi  pemanasan global, mengsukseskan program dan  peraturan pemerintah. (Penulis: Herri  Chief Engineering, Mediterania Marina Residences. Sumber: Bulletin Inner City)