Kawasan Kota Baru Mamminasata 3.000 Hektar

KonsPro (22/6) MAKASSAR - PEMBANGUNAN kawasan kota baru Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar) diatas lahan seluas 3.000 hektare segera dilaksanakan setelah Kementerian Perhubungan menandatangi nota kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

"Saya mengikuti penandatangan MoU antara Kemenhub dengan Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarkim) 10 provinsi termasuk Sulsel di Bandung, " kata Ketua Real Estat Indonesia (REI) Sulsel Jamaluddin Japar di Makassar, Selasa.

Menurut dia, dari 10 provinsi yang melakukan MoU, Sulsel yang paling siap karena sudah menyiapkan lahan 3.000 hektare di Paccerekang Kota Makassar, Kecamatan Pattalassang Gowa, dan Moncong Loe Maros.

Khusus REI, kata dia, siap membangun diatas lahan seluas 500 hektare dengan melibatkan sampai 200 pengembang. Setiap satu hektare bisa didirikan 70 rumah yang sudah dilengkapi ruang terbuka hijau dan fasilitas umum 30 persen.

Ia mengemukakan, kawasan kota baru yang berada di segitiga perbatasan Makassar-Maros-Gowa, dimulai pembangunannya setelah infrastruktur jalan selesai dibangun.

Jamaluddin yang juga anggota Komisi B DPRD Sulsel mengemukakan, konsep kota baru tersebut akan didukung oleh seluruh fasilitas pendidikan, rekreasi, perbelanjaan, sampai sarana olahraga. "Kawasan kota baru Mamminasata berada di jalan lingkar luar yang memnghubungkan Maros-Makassar-Gowa-Takalar," ucapnya.

Hanya saja, legislator PAN ini tidak menyebut nilai investasi yang akan digelontorkan REI untuk membangun kawasan tersebut. Ia hanya mengatakan, pembangunan kota baru Mamminasata dilakukan secara bertahap. (Ant.)