Aturan Sewa Menyewa Unit Apartemen

Konspro (20/9) - SELAIN untuk ditempati, tujuan orang membeli apartemen adalah untuk disewakan atau investasi. Karena umumnya apartemen berlokasi di inner city (tengah kota), sehingga orang lebih mudah mencapai tempat beraktifitas. Karena itu, lokasi adalah hal yang paling utama yang harus diperhatikan.

Adalah hal yang jamak apabila pemilik menyewakan unit apartemennya kepada orang lain, dan umumnya meski bukan rental apartment itu diperbolehkan. Namun karena aturan tinggal di apartemen itu lebih ketat, maka menyewakan unit apartemen kepada orang lain tidak “selonggar” dibandingkan dengan menyewakan rumah di sebuah kompleks perumahan.

Aturan-aturan sewa-menyewa antara pemilik dengan pihak ketiga (penyewa) dibuat untuk melindungi tidak hanya kepentingan pemilik apartemen, tetapi juga kepentingan-kepentingan para pemilik unit apartemen lainnya. Karena seperti diketahui, hidup di apartemen itu banyak menggunakan fasilitas bersama (bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama) yang dimiliki masing-masing pemilik unit apartemen secara proporsional.

Pengaturan dalam sewa menyewa adalah sebagai tindakan preventif terhadap masalah-masalah yang mungkin timbul di kemudian hari. Karena itulah, sebagian besar pengelolaan apartemen memasukkan (mengatur) klausula sewa menyewa ini dalam Tata Tertib dan Peraturan Kerumahtanggaan apartemennya, yang juga dikenal sebagai house rule.

Untuk meminimalisasi masalah yang timbul di kemudian hari, melalui tim legal, umumnya Badan Pengelolaan Apartemen (Rusun) sudah menyiapkan Draft Perjanjian Sewa Menyewa tersebut. Tujuannya? Kembali lagi untuk melindungi kepentingan pemilik unit dan para pemiliki unit apartemen lainnya.

Contoh House Rule yang Mengatur Unit Apartemen yang disewakan

 

  1. Jika pemilik menyewakan satuan unit apartemen, maka dianggap pemilik menyerahkan semua haknya untuk menggunakan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama kepada penyewa, dan pemilik tidak berhak lagi untuk menggunakan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama tersebut, kecuali atas undangan penyewa dengan menaati tata tertib yang berlaku.
  2. Sebelum disewakan, pemilik harus mengisi formulir berisikan hak dan kewajiban yang dialihkan kepada penyewa.
  3. Setiap perjanjian sewa menyewa harus dilaporkan kepada Badan Pengelola. (ada yang dikenakan biaya administrasi)
  4. Badan Pengelola akan menyediakan formulir standar kontrak sewa bagi pemilik yang akan menyewakan unitnya, agar kepentingan apartemen terlindungi.
  5. Pengelola tidak bertanggung jawab apabila terjadi masalah antara penyewa dengan pemilik sehubungan dengan sewa menyewa yang dilakukan.
  6. Pemilik dapat menggunakan jasa Badan Pengelola untuk pemasaran sewa apartemen yang dimiliki. (RGK)