SIU-P4 Jadikan Broker Kian Profesional, Bangsa pun Untung

KonsPro (1/9) - BISNIS broker properti kian berkembang pesat. Aturan sertifikasi profesi broker akan membuat broker profesional dan juga memberikan dampak positif bagi negara.

Tanpa disadari menjadi seorang broker properti adalah sebuah profesi yang sangat dihargai. Karena tak seperti pada bidang pekerjaan lain. Profesi broker properti sama halnya dengan profesi wartawan maupun dokter. Semua pekerjaan, dan aktifitasnya dilandasi oleh kode etik yang berfungsi sebagai rambu-rambu dalam aktifitasnya. Sehingga ada norma, aturan di dalamnya yang membuat profesi ini menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalitas dalam setiap aktifitasnya.

Dan dalam perkembangan bisnis broker properti yang dipayungi oleh sebuah organisasi yang bernama AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) yang dibentuk sejak 1992 saat ini terus berkembang pesat. Hingga kini berbagai bendera perusahaan broker properti dengan berbagai nama telah beroperasi dengan berbagai brand, mulai dari lokal maupun impor. Dan perjalanan bisnis broker pun berkembang pesat dengan berkembangnya sektor properti diberbagai kota besar maupun kota kecil.

Beberapa waktu lalu Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Darmadi Darmawangsa menegaskan kondisi bisnis agen pro-perti 2 tahun ini relatif stabil. Pengaruh krisis finansial global tidak terlalu signifikan mengganggu pendapatan, karena broker biasanya cenderung fleksibel membaca ceruk pasar. Selain proyek baru dan properti seken, broker juga mulai banyak menangani penjualan proyek dari klien luar negeri. "Imbas krisis hanya terasa di semester pertama 2009, namun seiring membaiknya indikator ekonomi nasional, penjualan broker properti kembali di semester kedua 2009 lalu terutama di pasar sekunder," ungkapnya.

Kenyataan itu menunjukkan bisnis properti tetap bisa tumbuh di tengah tekanan perekonomian.

Dengan kondisi pasar yang lebih baik, diyakini bisnis broker properti tahun ini sangat menjanjikan. Melihat bisnis broker yang terus berkembang dan kian besar maka pemerintah bersama AREBI terus melakukan pembenahan agar bisnis broker properti lebih profesional. Salah satu langkahnya adalah pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) broker properti yang akan segera dioperasikan pada tahun ini.

Saat ini aturan sertifikasi bagi broker properti sedang dalam tahap pengujian materi di Kementerian Perdagangan. Dalam waktu dekat ini AREBI akan mengundang semua pihak terkait guna membahas draft materi sertifikasi ini berdasarkan pada Peraturan Menteri Perdagangan RI No 33/M-DAG/PER/8/ 2008, seluruh perusahaan broker yang beroperasi di Indonesia harus berang-gotakan agen properri yang telah mendapat sertifikasi. Peraturan tersebut sebenarnya mulai berlaku 21 Agustus 2009 lalu. Tapi karena kurikulum LSP belum tuntas maka diperbolehkan memakai sertifikasi dari AREBI.

Lembaga ini berada di bawah naungan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sedangkan pengawasan dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemdag). Nantinya, jika perusahaan broker tidak memiliki minimal dua tenaga ahli bersertifikat LSP, Kemdag tidak akan menerbitkan Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4) sebagai dasar hukum bagi perusahaan jasa broker Properti melakukan transaksi jual-beli properti di Indonesia.

AREBI meyakini, selain akan menciptakan persaingan yang sehat antar broker, keberadaan broker akan meningkatkan kualitas agen properti yang beroperasi di Indonesia.

Selain itu dari sisi pemerintah juga akan diuntungkan. Karena penertiban bisnis broker juga akan menguntungkan pemerintah. Bayangkan jika setiap tahun nilai transaksi seluruh broker properti di tanah air minimal sekitar 100 triliun rupiah, minimal komisi (fee) yang beredar mencapai dua triliun rupiah yang nantinya bisa dikenakan pajak pertambahan (PPN).

Pemberlakuan sertifikasi ini dinilai sangat baik secara kelembagaan. Karena ke depan akan menciptakan pemerataan keahlian atau skill bagi seluruh tenaga pemasaran properti. Associate Director PT Cushman Wakefield Indonesia (CWI) Arief Rahadjo, mengungkapkan belajar dari luar negeri semisal Singapura, sertifikasi terhadap tenaga ahli pemasaran properti sudah diberlakukan lama dan berkembang hingga sertifikasi khusus. Seperti halnya profesi dokter, broker properti pun bisa spesialis menangani apartemen, landed house, ritel, atau perkantoran. (Erlan Kallo, Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.)