Kiat Memaksimalkan Investasi Properti

 

KonsPro (1/12) - DALAM  “ilmu investasi” adalah petuah bijak yang hingga kini dipercaya kebenarannya, yakni “Jangan taruh seluruh telur dalam satu keranjang”.  Maksudnya, jika telur itu uang, maka untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi, janganlah menyimpan hanya di satu instrumen investasi.

Lebih aman jika diinvestasikan ke beberapa tempat, misalnya saham, danareksa, emas, valas dan properti. Sehingga apabila salah satu instrumen sedang lesu, Anda tidak mengambil kerugian yang besar. Malah bisa tertutupi jika instrumen investasi lain sedang naik.

 

Dan salah satu dari sekian banyak bidang investasi, sektor properti oleh banyak kalangan masih dianggap paling aman, serta menjanjikan capital gain dan return of investment yang sangat tinggi dibanding instrumen investasi lain. Namun meski demikian, lantas tidak semua properti yang dibeli itu pasti menguntungkan karena jika salah perhitungan Anda bisa juga merugi.

 

Untuk mencegah  risiko investasi properti, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai melirik investasi satu ini. Berikut adalah tips yang penting dipertimbangkan untuk memaksimalkan investasi properti Anda:

Momentum

Waktu dalam bisnis properti merupakan hal yang berharga. Harga properti di Indonesia relatif masih lebih murah dibandingkan negara-negara sekawasan, sehingga harga tanah di Indonesia terus naik setiap detiknya. Harga tanah yang tinggi, tidak masalah jika investor dapat memanfaatkan secara cermat momentum atau time value ini. Misalnya, Carilah tanah yang agak ribet seperti girik agar kita bisa mengulur waktu pembayaran. Ikat tanah tersebut dengan uang muka dibayar di depan notaris dan baru lunasi setelah proses sertifikat hak milik selesai yang memakan waktu panjang, harga tanah juga akan naik.

Pengembang yang punya integritas

Pilihlah perumahan yang dibangun oleh pengembang yang punya integritas dan sudah memiliki track-record yang baik.  Sebab pengembang yang punya integritas baik punya jaminan tidak akan menterlantarkan proyeknya, karena mereka sadar bahwa jejak rekam yang buruk, juga berpengaruh buruk terhadap kesuksesan proyek-proyek mereka berikutnya. Hati-hati dengan “pemain baru” dan “pemain hit and run” di bisnis ini. Sebelum deal, sebaiknya cari  informasi tentang jejak rekam mereka.

Lokasi yang terbaik

Belilah properti yang lokasinya strategis, karena itu adalah salah satu faktor kuat yang mendorong kenaikan harga jual dan harga sewa properti Anda.

Pengembangan ke depan

Sebelum membeli properti, cermati peta pengembangan tata kota di wilayah tersebut di setiap pemerintah daerah. Misalnya jika sebuah kawasan masuk dalam rencana pemerintah daerah sebagai kawasan industri, maka  lonjakan harga tanah pasti akan tinggi.

Diversifikasi

Ingat rumus diversifikasi? Nah, apabila Anda memiliki dana yang cukup untuk membeli lebih dari 1 rumah jangan membeli banyak unit rumah didalam satu lokasi saja terutama lokasi yang belum kita ketahui prospeknya.  Hal ini untuk mengurangi risiko lokasi dari perumahan tersebut.

Pengekor

Jika Anda merupakan investor properti bermodal pas-pasan, jangan pernah menjadi pionir di suatu daerah. Menjadi pionir, berarti menyiapkan investasi yang besar untuk edukasi pasar dan iklan. Tak apa kalau jadi “pengekor” dahulu. Ikuti gerakan pengembang-pengembang besar, seperti Summarecon yang masuk ke Bekasi maka ikut juga masuk Bekasi, pasti harga properti akan naik gila-gilaan. (Erlan Kallo, diolah dari berbagai sumber)

 

 

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial