Tips Memilih Developer

0
Foto: stock.XCHNG

KonsPro (7/11) – Untuk menarik perhatian calon pembeli, developer biasanya memberikan banyak janji, seperti lokasi strategis, harga ekonomis dan kompetitif, aplikasi cepat, fasilitas lengkap, bahkan prospek kawasan.

Namun, hunian yang dijual itu umumnya masih dalam bentuk gambar, bukan bangunan riil. Wajar, developer amat berisiko bila langsung membangun tanpa ada pembeli. Bangunan baru selesai berbulan-bulan, bahkan bisa lebih dari setahun, setelah kita mencicil uang muka ke developer.

Di sini perlu mengingatkan agar calon konsumen berhati-hati memilih developer. Jangan terburu semangat hanya lantaran ada peluang yang menjanjikan.

Konsumen harus mencari info lebih banyak menyangkut pengembang tersebut, dan lokasi yang ditawatkan. Hati-hati bila merasa pengembang tersebut tidak profesional.

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatian dalam memilih pengembang perumahan yang baik, apalagi kita baru dalam hal membeli rumah dalam perumahan:

 

  1. Dipilihlah pengembang yang kredibel dan punya reputasi baik, dengan melihat jejak rekam (track record) proyek perumahannya. Bagaimana proyek perumahan yang pernah dibangun? Apakah dibangun dan selesai sesuai dengan jadwal? Apakah pemasarannya lancar?
  2. Lihat dulu rumah contoh. Biasanya pengembang memiliki rumah contoh. Jangan pilih pengembang yang tidak memiliki rumah contoh.
  3. Pastikan fasilitas perumahan yang akan disediakan.
  4. Pilih pengembang yang memiliki manajemen yang baik dan dana yang besar.
  5. Pastikan pengembang telah mengurus perijinan dengan mengecek ke pihak terkait.
  6. Pilih pengembang yang memiliki kepastian pengembangan perumahan ke depan.
  7. Pilih pengembang yang memiliki kepastian serah terima perumahan ke warga. Jangan sampai perumahan tidak dapat kita kelola sendiri dalam waktu lama.
  8. Pilih pengembang yang memperhatikan lingkungan alam sekitar.
  9. Seberapa banyak bank penyedia Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang menjalin kerjasama dengan pengembang tersebut. Semakin banyak bank menyalurkan kredit ke perumahan tersebut, itu dapat dijadikan indikator pengembang itu kredibel. Karena sebelum kerjasama pihak bank tentu telah memeriksa developer tersebut dalam hal kemampuan membangun rumah, cash flow perusahaan dan komitmen dalam menyelesaikan sertifikat, dan lain-lain.