Tingkat Kekosongan Perkantoran di Taiwan Sentuh Titik Terendah

0
Gedung Perkantoran di Taiwan

KONSPRO, JAKARTA – Tingkat kekosongan (vacancy rate) properti perkantoran di Taiwan mengalami penurunan 0,6 persen pada kuartal III/2019 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (qoq) menjadi 5,4 persen.

Jumlah tersebut mencatat bahwa kekosongan perkantoran di Taiwan berada di titik terendah dalam 10 tahun terakhir.

Baca juga : Kementerian PUPR Salurkan Bantuan Rumah Layak Huni Korban Gempa Ambon

Berdasarkan laporan Cushman anda Wakefield, jika dibandingkan dengan pasar lainnya di Republik China, Dunbei memimpin penurunan kekosongan properti perkantoran sampai 1,4 persen.

“Dunbei menjadi lokas pilihan untuk relokasi tenant dari gedung lama setelah adanya pembaruan program urbanisasi sehingga mencatatkan aktivitas penyewaan ruang kantor terbesar sepanjang kuartal III/2019,” ungkap Mei Chiang, Head of Occupier Service Cushman and Wakefield Taiwan dalam laporan tertulis,Sabtu (12/10/2019).

Serapan perkantoran secara kumulatif tercatat mencapai sekitar 118.347 meter persegi pada kuartal III/2019. Perusahaan sektor layanan profesional menjadi pengisi paling banyak sekitar 23 persem dari total area yang disewakan.

Selanjutnya, sektor coworking space menempati urutan kedua yang menyerap 22 persem ruang kantor yang ada, beberapa operator di antaranya ada WeWork dan JustCo, disertai sejumlah operator coworking skala internasional lainnya yang tengah melakukan penjajakan untuk ekspansi di Taiwan.

Adapun, pada kuarta III/2019, rata-rata sewa untuk gedung Grade A masih tetap stabil dan akan mulai mengalami kekurangan pasok.

“Di Taiwan, gedung Grade A transaksinya hanya sedikit, karena kekurangan pasok.

Kebanyakan tenant akhirnya memilih untuk memperbarui kontrak mereka dengan gedung lama dan terpaksa membayar lebih mahal untuk sewa gedung tersebut ketika masa kontraknya habis,” sambung Chiang.

Sepanjang tiga bulan belakangan, Cushman and Wakefiel mencatat, kunci utama untuk penyerapan pasok baru adalah ruang yang luas sehingga bisa dijadikan kantor pusat.

Namun, pada kuartal IV/2019, diperkirakan pasar perkantoran Taiwan akan kekurangan pasokan untuk disewakan.

“Kami memprediksikan kuartal selanjutnya akan ada penurunan aktivitas sewa dan serapan. Sementara itu, luasan yang disewakan juga akan cenderung lebih kecil dari kelas menengah atau atau bawah,” kata Chiang.

Bisnis.com