Tinggkat Hunian Apartemen 2018 Turun Tipis

0
Ilustrasi (Foto Erlan Kallo)

KONSPRO, JAKARTA – Hasil riset pasar properti Colliers International baru-baru ini mengungkapkan, tingkat hunian properti di sub sektor apartemen, khususnya di Jakarta tahun 2018 terjadi penurunan tipis dibandingkan tahun 2017.

Riset tersebut menyebutkan, tingkat hunian apartemen di Jakarta sepanjang 2018 hanya 69,8 persen dari total pasokan eksisting 201.817 unit, menyisakan apartemen kosong sebanyak 60.949 unit.

Menurut Ferry Salanto Senior Associate Director Colliers International Indonesia, meski tidak terlalu over supply, penyerapan hunian apartemen tidak begitu menggembirakan. Hal ini dipicu dari kondisi market yang lagi lemah.

“Menurunnya tingkat hunian antara lain karena masuknya apartemen baru dan lemahnya permintaan dari ekspatriat. Adapun jumlah pasokan apartemen pada 2018 yaitu 17.524 unit, naik 116 persen dibanding tahun 2017,” kata Ferry saat memaparkan Kinerja Pasar Properti 2018, di Jakarta Rabu (9/1/2019).

Secara kumulatif, jumlah pasokan meningkat 9,1 persen dari tahun sebelumnya, sedangkan harga apartemen tercatat mengalami kenaikan 2,5 persen, yaitu menjadi Rp 33,8 juta per meter persegi.
Sementara itu, dari segi kepemilikan apartemen masih didominasi oleh investor yaitu orang yang membeli apartemen untuk investasi, kemudian menyewakannya kepada orang lain.

“Kalau di apartemen sekarang ini dominasinya masih investor buyer. Untuk jangka pendek, mereka hanya melihat yield saja. Tetapi, mengharapkan price appreciation lebih tinggi sekarang ini agak sulit,” jelasnya.

Dia menambahkan, kesulitan untuk mendapatkan keuntungan sebagai hasil dari menyewakan apartemen karena adanya peningkatan sejumlah biaya yang harus dibayar, misalnya service charge, serta pajak bumi dan bangunan (PBB) yang dibebankan kepada pemiliknya.

Itulah salah satu penyebab investor buyer sekarang ini masih menunda untuk membeli unit apartemen baru karena menurunnya tingkat hunian dari apartemen yang disewakan. Berbeda halnya dengan orang yang membeli apartemen untuk ditempati sendiri alias end user.

Bagi mereka, naik turunnya harga apartemen tidak memengaruhi keputusan untuk membeli. Asalkan unit yang dibeli sesuai selera dan dekat dengan tempat kerja atau aktivitas sehari-hari

“Kalau end user tidak memikirkan itu, yang penting cocok, dekat dengan tempat kerja atau usaha, keluarga. Kalau naik ya syukur, kalau enggak ya enggak apa-apa. Karena ini kan long term,” imbuh Ferry.

Penulis: Reza GK
Editor: Erlan Kallo