Tiga BUMN Garap Jembatan Merah Putih

0
2
Dok. Indo Pos

KonsPro (30/7) JAKARTA – PEMBANGUNAN  bentang tengah jembatan Merah Putih di Maluku yang akan menghabiskan anggaran Rp 416,76 miliar bakal segera dimulai. Tiga BUMN yang akan menangani proyek tersebut sudah menandatangani kontrak pembangunan jembatan di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, kemarin (27/7).

Ketiga BUMN tersebut adalah PT Waskita Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Tbk), dan PT Wijaya Karya (Tbk). Jembatan Merah Putih ini memiliki tipe struktur cable stayed, dengan panjang bentang tengah 300 meter dan lebar jembatan 21,5 meter, serta tinggi pylon 80 meter.

Pembangunan bentang tengah jembatan Merah Putih sepanjang 300 meter tersebut merupakan kelanjutan dari jembatan pendekat sepanjang 760 meter yang telah dilaksanakan sejak 2011 lalu. Dengan akan tersambungnya dua bagian jembatan tersebut, maka total panjang jembatan Merah Putih mencapai 1,6 km.

Jembatan ini akan menghubungkan antara wilayah Galala dan Poka, Maluku. Sehingga mempermudah akses perjalanan dari Galala ke Poka, Ambon. Pada akhirnya kehadiran jembatan Merah Putih ini nantinya dapat mengembangkan perekonomian di pusat industri.

Sapto Santoso, Kepala Divisi VII PT Waskita Karya mengatakan, pada tahap awal pihaknya berencana untuk memulai dari pondasi jembatan. Sesuai perencanaan, pembangunan jembatan yang akan menjadi ikon Maluku tersebut dilaksanaan secara multiyears dengan pendanaan dari APBN murni.

Pada tahap pertama 2012, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar, 2013 dianggarkan Rp190 miliar, dan 2014 dicairkan dana Rp 185 miliar.’’Kami berkomitmen menyelesaikan pembangunan jembatan Merah Putih sesuai jadwal. Tapi kami juga mengupayakan untuk mempercepat waktu pelaksanaan sehingga tidak melewati batas waktu,”’’kata General Manajer Departemen Wilayah PT Waskita Karya Hari Respati.

Sementara itu, Kepala Cabang VII PT PP Fatchul Birri mengatakan, perlu waktu persiapan bagi konsorsiumnya untuk melakukan persiapan sebelum pembangunan jembatan dimulai. Dia khawatir cuaca menjadi penghambat proses distribusi material. ’’Tapi secara umum, tidak ada kendala. Hanya kita perlu persiapan dan antisipasi kemungkinan hambatan,’’ katanya. (Indo Pos)