Terkait Covid-19, Basuki Tegaskan Tak Ada Moratorium Pekerjaan Infrastruktur

0

KONSPRO, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan, tak ada moratorium atau penundaan pekerjaan proyek infrastruktur terkait pandemi virus Corona di Indonesia.

Dia memastikan proyek infrastruktur akan terus dikerjakan sesuai dengan program dan target yang telah ditetapkan.

Basuki mencontohkan, proyek akses pendukung perhelatan MotoGP di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sudah ada programnya dan dijadwalkan selesai tahun 2021.

Baca juga : Pengunjung Sepi Imbas Corona, Ratusan Penyewa Kios di Mal Bekasi Ricuh

Kementerian PUPR membangun Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) sepanjang 17,4 kilometer.

Infrastruktur ini akan meningkatkan konektivitas dari Bandara BIL ke KSPN Mandalika dengan anggaran Rp 814 miliar dan masa pelaksanaan tahun 2020-2021.

“Karena virus Corona jadi berhenti? Kan nggak. Infrastruktur akan terus berjalan Ini karena prediksinya, di Wuhan (China) wabah sudah menurun. Jadi, semoga kita tidak dihantui Corona terus,” tukas Basuki usai meninjau Wisma Atlet Kemayoran, Minggu (22/3/2020).

Demikian halnya pekerjaan infrastruktur untuk program PON XX Tahun 2020 yang diselenggarakan di Papua, Basuki memastikan akan tetap hingga ada batasnya.

Kendati demikian, Basuki mengatakan, untuk mendukung keamanan dan kesehatan bersama, Kementerian PUPR tengah menyusun protokol khusus.

“Kemarin sudah disusun, hanya ada sedikit yang harus direvisi,” cetus dia.

Protokol tersebut mengatur jam kerja, mobilitas dan jumlah tenaga kerja di lapangan. Basuki mencontohkan, jika sebelumnya pekerjaan membutuhkan 50 orang, bisa dipangkas menjadi 25 orang.

Demikian halnya untuk pekerjaan infrastruktur jalan tol. Hingga kini belum permintaan untuk penundaan sementara.

Hal ini ditegaskan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol ( BPJT) Danang Parikesit yang mengaku belum menerima perintah dari Menteri Basuki.

“Belum ada perintah,” cetus Danang menjawab Kompas.com, Senin (23/3/2020).

Namun begitu, sebagai antisipasi mengurangi percepatan terutama untuk pekerjaan-pekerjaan konstruksi yang membutuhkan banyak tenaga kerja (padat karya), akan disesuaikan dengan protokol khusus.

Sementara, untuk pekerjaan yang menggunakan banyak alat tetap berjalan sesuai rencana.

Danang mengatakan, pihaknya sedang mengumpulkan data dari masing-masing Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) konstruksi sebagai bahan pertimbangan dalam memutuskan langkah strategis terkait pandemi Covid-19.

“Tapi, intinya, proyek infrastruktur masih berjalan situasional. Karena beberapa perusahaan konstruksi ada yang memiliki kebijakan internal. Bagaimana dampaknya? Akan kami evaluasi, kemungkinan ada review terhadap target penyelesaian pekerjaan,” tutur Danang.

Kompas.com