Tarif Sewa SSC Rp 35 Juta

0

KonsPro (7/5) SURABAYA – PEMBANGUNAN Surabaya Sport Center (SSC) di kawasan Benowo sudah selesai 100 persen. Sewa lapangan SSC sekali pertandingan dipatok Rp 35 juta, biaya listrik Rp 2,5 juta per jam, serta air Rp 2 juta.

Terkait biaya itu, pengelola SSC tidak akan mendiskriminasikan antara penyewa dari Surabaya maupun dari luar. Misalnya, Persebaya 1927 yang menyewa, mereka tetap membayar sesuai ketentuan. Sedangkan untuk kegiatan internasional, harga sewa lebih mahal. Hal itu dikarenakan pengunjung yang hadir di kegiatan internasional lebih banyak.

Biaya sewa itu sudah masuk dalam draf Peraturan Wali Kota (Perwali) yang akan diajukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya ke Wali Kota Tri Rismaharini. Namun, pihak Dispora masih menunggu penyerahan aset SSC dari Bagian Perlengkapan Pemkot Surabaya. “Gedungnya bagus, semua fasilitas di dalam gedung sudah tersedia. Setelah SSC diserahkan ke kami, draf itu kami ajukan ke wali kota,” papar Sigit Sugiharsono, Kepala Dispora Kota Surabaya, Jumat (6/5).

Meskipun pembangunannya baru selesai April, SSC sudah diresmikan mantan Wali Kota Bambang DH, setahun lalu. Menurut Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Sri Mulyono, kontraktor pembangun SSC sudah menyerahkan ke pihaknya akhir April. Sekarang tinggal proses administrasi dan inventalisir barang di gedung olahraga yang menghabiskan dana Rp 450 miliar itu.

Akibat tak segera diserahkannya SSC itu, Dispora batal menggelar pertandingan Liga Premiere Indonesia (LPI) antara Persebaya 1927 melawan Persema yang memiliki bintang Irfan Bachdim. Sesuai jadwal pertandingan itu digelar 15 Mei. “Polisi kan juga minta seminggu sebelum pertandingan mengajukan izin, lha ini asetnya belum diserahkan ya gak nututi,” terang Sigit.

Ia mengungkapkan, perawatan termahal di SSC adalah perawatan rumput. Sebulan bisa menghabiskan dana Rp 43 juta. Dana sebesar itu untuk pemotongan, pupuk, dan perawatan lainnya. Selain kegiatan olahraga, dispora melarang penyewa menggelar musik. “Kalau kegiatan seperti itu diizinkan, puntung rokok pengunjung akan merusak rumput. Belum lagi diinjak-injak,” katanya.

Sementara itu, kritik muncul dari Ketua Komisi B DPRD Surabaya M Mahmud. Ia mengatakan, SSC merupakan proyek gagal. Stadion itu dinilai belum dibutuhkan masyarakat Surabaya. “Faktanya, selesai dan diresmikan, stadion itu mangkrak hampir satu tahun,” kecamnya. (SuryaOnline)