SK Bangunan Berkonsep Hijau Disosialisasikan

0
2
Foto: beritajakarta.com

KonsPro (01/02) JAKARTA _ UNTUK  lebih melestarikan lingkungan sekaligus sebagai upaya menghindari pemanasan global, Pemprov DKI Jakarta bertekad mewujudkan konsepgreen building (bangunan berkonsep hijau). Dalam konsep itu, nantinya setiap gedung di ibu kota harus memenuhi standar green building yang dituangkan dalam SK Gubernur yang saat ini tengah dibahas Biro Hukum Provinsi DKI Jakarta. Rencananya, draft SK itu ditargetkan selesai pada tahun ini sehingga bisa segera disosialisasikan.

“Draft SK terkait standarisasi green buildingdiharapkan selesai dan bisa disosiaisasikan tahun ini juga. Saat ini sudah berada di Biro Hukum DKI Jakarta,” ujar Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, usai meresmikan Puskesmas Kecamatan Kemayoran yang berkonsep green building, Senin (31/1).

Selama ini, diungkapkan Fauzi Bowo, kepedulian pemilik bangunan di Jakarta masih sangat rendah. Karena itu emisi yang dihasilkan bisa mengancam lingkungan hidup. Oleh karenanya, Pemprov DKI Jakarta bersama International Finance Corporation (IFC) akan melakukan kerja sama menggalakkan konsep green building agar setiap bangunan memiliki efisiensi energi.

Dijelaskan Fauzi, perubahan yang bisa dilakukan untuk sementara ini ialah penghematan energi. Karena, konsep green building saat ini belum bisa diterapkan secara komprehensif di Jakarta dan perlu proses agar tidak membebani masyarakat. “Penerapannya nanti di pilah-pilah dulu. Selanjutnya akan dilakukan bertahap dengan melakukan mekanikal engineering seperti konsumsi energi, air, serta solar panel untuk pencahayaan permanen,” kata Fauzi Bowo.

Dengan diresmikannya Puskesmas Kecamatan Kemayoran sebagai pilot project green building, diharapkan menjadi motivasi bagi gedung lain yang ada di Jakarta agar menerapkan konsep yang sama seperti Puskesmas Kemayoran.

Fauzi menambahkan, konsep dasar green building adalah mendorong pengelola gedung untuk melakukan penghematan energi dari pemasangan sistem pendingin dan pencahayaan dengan tingkat efisiensi tinggi. Namun, konsep green buliding nantinya tidak hanya diterapkan pada gedung-gedung maupun rumah sakit dan puskesmas saja. Konsep itu juga akan diterapkan terhadap gedung-gedung sekolah mulai tahun ini dengan sebutan green school building. Tahun ini saja, ada dua gedung sekolah yang dijadikan proyek percontohan yaitu, satu SD di Semanan, Jakarta Barat dan SMPN 1 Cikini, Jakarta Pusat. Kedua gedung sekolah ini dibangun dengan menerapkan konsep green building secara utuh.

Pembangunan green school building akan dipusatkan dengan konsep penghematan energi listrik, penggunaan air yang bisa didaur ulang, dan pemanfaatan limbah sesuai dengan kaidah-kaidah lingkungan. Untuk bahan bangunan gedung sekolah, akan diupayakan menggunakan bahan ramah lingkungan. Termasuk di dalamnya tidak terlalu banyak menggunakan kayu. Karena akan mengakibatkan penebangan pohon di hutan yang tidak terkendali dan tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, konsep green school building merupakan  bagian proses pendidikan lingkungan kepada siswa, sehingga mau tidak mau, siswa yang sekolahnya sudah berorientasi lingkungan dan mengadaptasi kaidah lingkungan tadi harus memahami pentingnya mencintai dan pelestarian lingkungan. “Ini juga dapat membantu pembentukan karakter siswa dan manusia Indonesia untuk mencintai lingkungan dan bertanggung jawab melestarikan lingkungan. Mungkin Jakarta kota pertama yang menerapkan konsep ini,” tandasnya. (beritajakarta.com)