20 Hektar Lahan Komplek Kemayoran Jadi Lahan 'Tidur'

KonsPro (04/07/2016), JAKARTA - SAAT ini masih ada lahan sekitar 20 hektar di Komplek Kemayoran yang menjadi lahan tidur. Artinya meskipun lahan telah diberikan kepada pihak swasta, namun tidak ada progres pembagunan sehingga dibiarkan menjadi lahan kosong.

"Di era  tahun 1990-an hingga 2000-an, banyak lahan yang dikerjasamakan ke swasta yang belakangan  tidak memiliki kompetensinya," kata Direktur Utama PPL Kemayoran, Dwi Nugroho kepada Tribunnews, Kamis (4/8/2016).

Ia mencontohkan ada lahan hektaran yang dikuasai sebuah yayasan yang dipastikan berkompetensi dalam hal membangun properti.

"Ada juga perusahaan yang menguasai lahan belakangan perusahaan abal-abal ataupun banyak bangunan mangkrak karena perusahaan enggan melanjutkan," katanya.

Terkait masalah itu, pihaknya melakuka kajian-kajian perjanjian untuk pemutusan mintra dan asset dikembalikan ke negara.

"Setelah bisa, kita akan melakukan lelang untuk mencari patner  baru yang kompeten karena ini asset negara sehingga harus transparan," katanya.

Kondisi ini berbeda dengan jaman dulu yang prosesnya tertutup dan pengusaha mengatakan,susah masuk kemayoran.

"Lelang yang akan kami buka, siapapun bisa patner sepenjang penuhi syarat," katanya. (tribunnews.com)

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial