Semen Gresik Masih Berpotensi Naik

0
2

KonsPro (16/12) JAKARTA – MESKI  terjadi penurunan permintaan semen domestik di November 2010, saham PT Semen Gresik Tbk diperkirakan masih berpotensi menguat. Harga saham perusahaan semen milik pemerintah itu masih berada di bawah target harga yang ditetapkan oleh sejumlah analis.

Meski permintaan semen domestik di November 2010 turun 7,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month on month), secara year on year (perbandingan tahunan) masih mengalami pertumbuhan 6,8 persen menjadi 36,9 juta ton, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari luar Jawa.

”Semen Gresik masih memimpin pasar dengan pangsa pasar 43 persen, volume penjualannya relatif flat dalam pasar yang sedang berkembang,” kata analis Danareksa Chandra S Pasaribu dalam risetnya yang dirilis kemarin (15/12). Dari sisi fundamental, Danareksa masih merekomendasikan investor untuk membeli saham Semen Gresik. Dengan target harga di level 10.600 rupiah per saham, saham Semen Gresik masih berpotensi menguat lebih dari 10 persen.

Sedangkan dari sisi teknikal, Danareksa menetapkan titik resisten pertama untuk Semen Gresik di level 9.500 rupiah per saham, dengan titik support di level 9.200 rupiah per saham. Sebelumnya, Semen Gresik berencana menerbitkan obligasi global senilai 200-300 juta dollar AS pada semester I-2011.

Sebagian besar dana hasil emisi surat tersebut akan digunakan untuk membiayai akuisisi produsen semen di Malaysia yang diperkirakan butuh dana hingga 500 juta dollar AS. Rabu (15/12), saham SMGR ditutup menguat 1,08 persen ke level 9.400 rupiah per saham. Perdagangan 1.073 kali transaksi atas 6,748 juta saham senilai 63,260 miliar rupiah. (KorJak)