Saatnya Membeli Ketika Developer Keluarkan “Jurus Pamungkas”

0
Perumahan khususnya di segmen harga Rp500 jutaan ke bawah masih gerak.

KONSPRO, JAKARTA – Dalam situasi peningkatan jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 terus bertambah secara signifikan, pasar properti pun mengalami penurunan kinerja sejak triwulan pertama tahun 2020 ini. Kondisi ini diprediksi akan terus terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Meskipun demikian, menurut Leonard Suprijatna Direktur Panen Properti (property agent) yang menangani pemasaran beberapa perumahan segmen menengah bawah, tidak semua subsektor properti sepi permintaan. Di subsektor hunian (perumahan), khususnya di segmen harga Rp500 jutaan ke bawah masih gerak.

Dia mengatakan, dalam situasi apa pun, hunian yang menawarkan harga terjangkau tetap ada saja permintaannya. Pasalnya, kebutuhan akan tempat tinggal di kelas menengah ke bawah sangat tinggi, sehingga ketika ada kesempatan (kemampuan) mereka akan membeli rumah yang biasanya rumah pertama.

Baca juga: Rusunawa Bisa Dijadikan Tempat Karantina Corona, Ini Syaratnya!

“Sebenarnya, bagi konsumen yang masih memiliki kemampuan beli dalam situasi ini, harusnya saat ini menjadi memontum terbaik membeli rumah. Sebab saat ini hampir semua developer rindu bertransaksi, mereka akan melakukan berbagai upaya agar cash flow tidak minus,” kata Leonard, Selasa (12/5) di Jakarta.

Untuk merayu konsumen, kata Leonard, developer akan keluarkan “jurus-jurus pamungkas”, terutama promosi-promosi spektakuler seperti cash back, hadiah langsung, bunga KPR rendah, bebas biaya administrasi, dan lain sebagainya dengan nilai mengiurkan (besar).

End-user

Senada dengan Leonard, Ghofar Rozak Nazila CEO Relife Property (developer) menyatakan, pasar hunian di bawah Rp 500 juta masih menjadi incaran banyak kalangan. Tak heran jika pangsa pasar properti di level harga ini menjadi yang paling prospektif dalam beberapa waktu ke depan.

Alasannya, pangsa pasar rumah tapak di segmen harga ini pada dasarnya memang diperuntukkan bagi kalangan pengguna akhir alias end-user. Berbeda jika untuk hunian di atas Rp 1 miliar yang biasanya diburu investor.

Baca juga: Tren Pasar Properti Menurun, Ini yang Dilakukan Pengembang

“Rumah di bawah Rp 500 juta ini karena konsumennya adalah mayoritas end user dan untuk pemilik rumah pertama. Jadi, bisa dibilang sebagai kebutuhan dasar,” ujar Ghofar seperti dikutip bisnis.com (10/5).

Relife Property selaku pengembang pun menangkap peluang di pasar ini. Ghofar mengatakan bahwa sejumlah proyek perusahaan memang menyasar segmen harga tersebut.

Lagipula, sekitar 80 persen portofolio produk Relife Property diperuntukkan bagi segmen menengah, sedangkan 20 persen untuk segmen harga di atas Rp1 miliar.

Penulis/Editor: Erlan Kallo