Rusunawa Bagian dari Pemulihan Bencana Lahar Dingin

0
Ilustrasi: tembi.org

KonsPro (7/5) YOGYAKARTA – PEMBANGUNAN rumah susun sederhana sewa yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta akan menjadi bagian dalam pemulihan akibat bencana lahar dingin yang melanda kawasan bantaran Sungai Code.

“Secara pribadi, saya tentu ingin agar warga yang terkena dampak banjir lahar dingin di Sungai Code itu dipindahkan. Namun sebagai pemerintah, kami tidak ingin apabila upaya tersebut sampai memaksa masyarakat, harus ada kesadaran dari mereka,” kata Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, Pemerintah Kota Yogyakarta tidak akan memaksa, namun akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang berminat untuk pindah ke lokasi yang tidak terkena dampak langsung dari banjir lahar dingin tersebut.

Salah satu bantuan yang ditawarkan pemerintah adalah membangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) untuk warga yang menjadi korban banjir lahar dingin tersebut.

Namun demikian, pembangunan Rusunawa tersebut terkendala luasan lahan seperti syarat yang ditetapkan pemerintah pusat yaitu seluas 3.000 meter persegi.

“Lahan seluas itu sangat sulit dipenuhi, karenanya kami telah meminta untuk menurunkan luasan lahan menjadi sekitar 600 meter persegi. Tetapi, sampai sekarang belum ada jawaban dari pusat,” ujar Herry.

Terkait lokasi pembangunan rusunawa tersebut, Herry mengatakan, belum dapat menentukannya dan masih terus dikaji.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga telah memperpanjang status tanggap darurat banjir lahar dingin menjadi akhir Mei 2011 karena kondisi cuaca yang masih terus hujan.

“Sampai saat ini, belum diketahui apakah banjir lahar dingin yang sudah terjadi di Sungai Code itu merupakan yang terbesar atau apakah akan ada banjir lain yang lebih besar. Karenanya, status tanggap darurat diperpanjang,” katanya.

Perpanjangan status tanggap darurat tersebut juga dilakukan agar Pemerintah Kota Yogyakarta lebih mudah memanfaatkan anggaran untuk penanganan banjir lahar dingin, termasuk kerusakan infrastruktur.

Banjir lahar dingin yang cukup besar telah melanda Sungai Code setidaknya tiga kali, yaitu pada 29 November 2010, 19 Maret dan 1 Mei yang mengakibatkan ratusan rumah terendam dan ribuan jiwa harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Pada banjir lahar dingin yang terjadi 1 Mei, Pemerintah Kota Yogyakarta menganggarkan dana sekitar Rp500 juta untuk perbaikan infrastruktur di delapan kecamatan yang mengalami kerusakan.

Berdasarkan perkiraan dari Badan Meteorologi Kilmatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, musim penghujan di DIY akan terjadi hingga awal Juni. (Ant.)