Rumah Tapak Menegah Ke Bawah Tetap Positif di Tahun Politik

0
Ilustrasi (Foto: Erlan Kallo)

KONSPRO, JAKARTA – Pemilu (Pemilihan Umum) yang akan berlangsung pada 17 April 2019, merupakan pemilu pertama di Indonesia yang melaksanakan Pilpres (Pemilihan Presiden/Wakil Presiden), Pileg (Pemilihan Legislatif) sekaligus. Kontestasi dua kubu pasangan calon presiden/wakil presiden dalam tiga bulan ke depan diprediksi berlangsung keras dan berupaya semaksimal mungkin merebut simpati rakyat.

Kondisi seperti ini membuat para pengusaha dan investor properti cenderung bersikap wait and see, sambil menunggu momentum yang tepat untuk melakukan ekspansi usaha dan investasi. Meski begitu, mayoritas masyarakat diperkirakan tetap optimistis dengan iklim properti Indonesia pada tahun ini.

Di sisi lain, di tahun 2019 ini para produsen properti (delevoper) masih akan memberi banyak promo-promo “bombastis” untuk menarik minat konsumen. Karena itu, Harga dan suplai properti, terutama pada sektor residensial atau rumah tapak, diperkirakan tidak naik tinggi dan tetap positif. Permintaan pasar akan tetap stabil, terutama untuk hunian bawah dan menengah yang banyak diincar keluarga muda dengan penghasilan terbatas.

Menurut Ignatius Untung, Country General Manager Rumah123.com, di semester pertama tahun ini atau sebelum pemilu, kemungkinan end-user dan investor properti tetap bersikap wait and see. Kenaikan penjualan rumah tapak kemungkinan terjadi di semester kedua.

“Untuk harga rumah yang banyak dicari itu seharga Rp1 miliar sampai Rp1,5 miliar ke bawah. Masyarakat masih banyak memilih hunian terjangkau dengan kemudahan pembayaran,” katanya.

Selain tahun politik yang memungkinkan terjadinya ketegangan sosial, juga masih kurangnya edukasi kepada masyarakat terkait dunia properti dan pentingnya memiliki rumah ketika telah memiliki pendapatan sendiri, menjadi sebab pasar kurang bergairah di semester pertama.

Padahal, menurut untung, saat ini waktu yang tepat untuk membeli rumah, baik untuk dihuni sendiri maupun sebagai sarana investasi. Tahun ini kesempatan tepat membeli hunian karena kondisi ekonomi diperkirakan akan stabil hingga akhir tahun jika pemerintah tetap konsisten menjalankan kebijakan yang berlaku.

Reporter: Rifat
Editor: Reza GK