Rumah Sejahtera Harus Didukung Teknologi Ramah Lingkungan

0
Foto: Humas Kemenpera

KonsPro (4/10) – Pembangunan rumah sejahtera hendaknya menggunakan teknologi yang ramah lingkungan sehingga dapat tercipta suatu eco-properti. Oleh karenanya pengembang perumahan hendaknya dapat memasukan komponen industri ramah lingkungan seperti lampu hemat energi agar bisa menjadi bagian dari upaya mewujudkan rumah sejahtera yang ramah lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Menpera Suharso Monoarfa pada acara Peresmian pabrik dan peluncuran produk baru PT Panasonic Ligthing Indonesia berkonsep ideas eco di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (1/10), acara ini juga dihadiri Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti M Hatta, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana, President of Lighting Company Panasonic Corporation Yoshio Ito dan Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia Rahmat Gobel.

Menpera mengatakan menurut data BPS hingga saat ini terdapat 50 juta unit rumah di Indonesia, jika sebagian kecil dari jumlah tersebut dapat mulai menggunakan teknologi yang ramah lingkungan dan hemat energi maka hal tersebut merupakan salah satu keberhasilan semua pihak dalam mengembangkan konsep eco-property.

Sementara itu Sekjen Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana mengatakan peluang industri nasional untuk memasok lampu hemat energi masih sangat besar, Hal ini ditandai dengan sampai tahun 2009, kebutuhan lampu hemat energi di pasar domestik mencapai 160 juta unit. Dari total kebutuhan itu, industri nasional baru mampu memasuk sekitar 25 juta unit, sedangkan sisanya 135 juta dipasok oleh industri luar negeri.
Senada dengan hal tersebut Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia Rahmat Gobel mengatakan, produksi lampu hemat energi ini diharapkan dapat mendorong daya saing bangsa.

Namun Menpera Suharso Monoarfa mengingatkan tantangannya bagi dunia industri ini adalah bagaimana membuat teknologi yang ramah lingkungan ini harganya murah dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tantangan lainnya adalah mensosialisasikan kepada masyarakat soal efisiensi penggunaannya. Menpera juga mengingatkan ungkapan pendiri Panasonic. Pabrik didirikan bukan untuk memperkaya perusahaan dan pedagang, tetapi memperkaya peradaban dan kesejahteraan. (Humas Kemenpera)