Kawasan Strategis CPI Melahirkan Peradaban Baru

KonsPro (5/10/2015), MAKASSARSEJAK dahulu Makassar dikenal sebagai barometer pembangunan segala bidang bagi Kawasan Indonesia Timur, dan saat ini, ada banyak pembangunan infrastruktur yang sedang dan akan dikerjakan. The Center Point of Indonesia diharapkan bisa menjadi laskar baru bagi pembaharu pemicu kebangkitan ekonomi untuk Kawasan Timur Indonesia.

Setidaknya, di tahun 2015, Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel)  memprioritaskan pengembangan proyek infrastruktur startegis, yakni pembangunan Makassar New Port (MNP), pengembangan kapasitas Bandara Sultan Hasanuddin, pembangunan kereta api, serta pengerjaan jalan Trans Sulawesi, termasuk reklamasi kawasan Center Point of Indonesia (CPI) seluas 157 hektar.

Kota Makassar memiliki potensi investasi yang besar dan sangat prospektif. Hal ini terbukti dari pertumbuhan ekonomi di kawasan Makassar, umumnya Provinsi Sulsel mencapai rata-rata 9 %. Angka tersebut jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Gencarnya pembangunan ini membuktikan, bahwa Kota Makassar merupakan kota terdepan di Kawasan Indonesia Timur, bahkan saat ini memiliki arti  strategis dalam konteks pembangunan nasional, sehingga tidak mengherankan, jika Center Point of Indonesia akan dibangun di sini. Hal ini disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo kepada awak media akhir pekan lalu, di Makassar.

Menurut Syahrul, Kawasan Strategis Provinsi Center Point of Indonesia merupakan Grand Design Transformasi Ekonomi yang telah mendorong lahirnya peradaban baru yang lebih maju, serta mengakomodir rencana aksi nasional yang menjadi perhatian oleh pemerintah pusat. Grand design ini mengkombinasikan pendekatan sektoral dan regional.

“Kita berharap, pembangunan kawasan ini menjadi mesin pertumbuhan baru dan dapat menciptakan lapangan kerja baru. Sebagian besar adalah investasi swasta, sementara pemerintah memfokuskan pada pembangunan prasarana dan sarana dasar yang akan memberikan multiplier effect pada sektor swasta,” kata Syahrul.

Ia menyebutkan, terdapat beberapa objek penting yang akan dibangun di kawasan CPI antara lain adalah: Wisma Negara, masjid besar, museum, ruang terbuka hijau, menara, dan new central business district (CitraLand City Losari). Objek-objek ini akan kita wujudkan secara bertahap.

Sementara untuk urat nadi transportasi, lanjut Syahrul, akan dibangun Parade Street dan Parade Waterway, Marinas, New Losari Long Beach, serta Losari Integrated Canal. Di samping itu, juga akan dikembangkan gedung-gedung perkantoran, apartemen, mall dan pusat bisnis lainnya. Kesemuanya ini akan berpadu dan bersinergi membentuk kawasan yang harmonis dan lengkap.

Untuk mewujudkan impian ini, Syahrul,  diperlukan upaya sinergi bersama dari semua kalangan baik pemerintah maupun swasta dan masyarakat umum, agar segera terwujud. Karena ini semua untuk kepentingan Sulsel secara luas, tidak hanya prestis wilayah, tetapi dampak ekonomi dari pengembangan dan pembangunan CPI sangat signifikan, terutama penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat sekitar.

“Pemerintah juga mengupayakan agar beragam program aksi pembangunan itu dapat dikelola dengan baik dan memberi akses untuk perolehan lapangan kerja yang makin berkualitas, perbaikan kesejahteraan, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Syahrul. (Yudi GB)

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial