Reklamasi 12 Hektar CPI Ditarget Selesai Akhir Desember

KonsPro (24/9/2015), MAKASSAR - JOINT Operation (JO) Ciputra Yasmin Bumi Asri investor Center Point of Indonesia (CPI), Makassar  saat ini sedang mengerjakan reklamasi rawa laut seluas 12 hektar dari total keseluruhan 157 hektar. Reklamasi di area rawa laut ini tidak membutuhkan teknologi tinggi, sebagaimana yang akan dilakukan pada area reklamasi laut dalam.

Karena itu, Toni Kustono General Manager CitraLand City Losari Makassar mengatakan,  reklamasi di rawa laut ini dikerjakan langsung oleh JO Ciputra Yasmin Bumi Asri dengan melibatkan 5 kontraktor lokal. Kelima kontraktor lokal ini sudah profesional dan memenangkan tender dari JO Ciputra Yasmin Bumi Asri.

“Untuk pekerjaan ini, kami berdayakan kontraktor lokal dengan seleksi yang ketat. Dan kami bangga ternyata mereka bisa bekerja sesuai harapan. Beberapa area kami kerjakan dalam waktu bersamaan oleh kontraktor berbeda,” ujar Toni.

Perkerjaan tersebut dimulai awal September telah menyelesaikan 1 hektar pertama, dan dilanjutkan 1 hektar berikutnya. Bila berjalan sesuai jadwal dan tidak ada gangguan cuaca, Toni menargetkan reklamasi 12 hektar di rawa laut ini dapat selesai pada akhir Desember 2015. Sedangkan reklamasi laut lepas dikerjakan kontraktor internasional akan  dikerjakan mulai di awal tahun 2016.

Menggunakan PVD

Untuk reklamasi rawa laut, JO Ciputra Yasmin Bumi Asri menggunakan teknologi Prefabricated Vertical Drain (PVD). Sebuah teknologi paling efektif dan efisien dalam perbaikan kedapatan tanah yang mempercepat terjadinya proses konsolidasi, serta memperpendek proses memadatkan lahan  dalam lapisan tanah lunak, sehingga air dan lumpur dapat keluar dengan cepat.

“Penggunaan PVD memaksimalkan konsolidasi lahan secara lebih radikal (cepat). Pada lahan hasil reklamasi terutama yang dasarnya tanah lunak, konsolidasi lahan menjadi isu penting, karena proses konsolidasi yang tidak baik akan menciptakan penurunan tanah. Nah, salah satu metode terbaik perbaikan tanah reklamasi saat ini adalah teknologi PVD,” ujar Toni.

Toni mengatakan, saat ini teknologi PVD menjadi cara ampuh untuk mengkonsolidasi dan mengatasi penurunan tanah pasca penimbunan. Sebelum urug dengan pasir, lahan reklamasi rawa laut terlebih dahulu di lapisi dengan  geotekstil yang  berfungsi untuk memisahkan lumpur dan material yang ada di atasnya.

“Setelah lahan diurug, langkah berikutnya, dilakukan ‘penyuntikan’ pipa PVD yang berbentuk pipih sedalam 20 meter. Jarak antara PVD satu dengan yang  lain adalah 1,2 meter, dimana setiap 1 hektar ada 12 ribu titik PVD yang berfungsi menyedot air atau lumpur yang terjebak di antara pasir urug dan dasar tanah. Untuk Makassar sistem ini baru pertama kali diterapkan,” kata Toni.

Di negara-negara maju yang melakukan reklamasi, lanjut Toni, sistem PVD merupakan standar internasional. Meski biayanya cukup besar, tapi teknologi ini terbukti sangat efektif. Biaya per satu hektarnya ditaksir mencapai Rp.3 - 4 miliar.

JO Ciputra Yasmin Bumi Asri, imbuh Toni, tidak ingin main-main dalam reklamasi CPI. Pihaknya sangat konservatif dalam hal ini. Artinya JO Ciputra Yasmin Bumi Asri  semaksimal mungkin menggunakan teknologi terbaik dan teraman.

“Dengan PVD diperkirakan dalam 6 bulan konsolidasi tanah dapat mencapai 80 %, atau setara 50 tahun bila menggunakan cara konvensional. Teknologi PVD ini  juga akan diaplikasikan direklamasi laut laut dalam,” tutur Toni dengan yakin. (Erlan Kallo)

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial