REI Ngaku Sulit Terapkan Konsep LHB

0

KonsPro (05/03) JAKARTA – KETUA  Umum Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI),  Setyo Maharso mengaku sulit menerapkan kebijakan Lingkungan Hunian Berimbang (LHB) sesuai program Kementerian Perumahan Rakyat. REI mendesak agar pemerintah memberikan intervensi terkait kebijakan LBH yang akan diterapkan dalam waktu dekat ini.

“Kami pengusaha jangan hanya diminta menyukseskan program pemerintah tanpa ditopang pemerintah. Apalagi kebijakan LBH sulit diterapkan di lapangan. Selain programnya masih baru, menciptakan pola berimbang di lokasi perumahan tidak semudah membuat konsepnya,” keluh Setyo dalam keterangan persnya, Jumat (4/3).

Dengan adanya intervensi pemerintah, lanjutnya, bisa mendongkrak keterjangkauan masyarakat. Itu sebabnya pemerintah perlu memperjelas berapa target penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Kebijakan LHB itu sudah diatur, sehingga tidak bisa menjadi andalan utama dalam mengatasi backlog (kekurangan kebutuhan) perumahan. Jadi LHB hanya mem-back up saja,” ujarnya.

Sementara itu pengamat perumahan dari Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indonesia (LP P3I) Zulfi Syarif Koto mengatakan kebijakan LHB tidak bisa dilaksanakan di seluruh daerah. Perlu ada pembagian wilayah perkotaan maupun perdesaan, sehingga luas lahan menjadi prioritas utama.

Untuk diketahui Kemenpera saat ini sedang menyiapkan peraturan terkait kebijakan LHB dalam program pembangunan perumahan di Indonesia. Peraturan terkait LHB ini diharapkandapat selesai pada Maret ini. Menurut Menpera Suharso Monoarfa, konsep hunian berimbang sudah diatur dalam UU Nomor Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dia berharap peraturan ini dapat dipatuhi para pengembang perumahan maupun pemerintah daerah. (JPNN)