REI Bengkulu Perlu 5.500 Sambungan Listrik Baru

0
Ilustrasi: Korjak

 

KonsPro (12/01) BENGKULU – REAL  Estate Indonesia Provinsi Bengkulu memerlukan sambungan baru bagi 5.500 rumah yang dibangun para pengembang di 10 kabupaten dan kota di daerah itu.

“Kami memerlukan sambungan listrik baru bagi 5.500 rumah yang dibangun oleh seluruh pengembang dan berharap pada 2011 bisa dipenuhi oleh PLN,” kata Ketua DPD REI Provinsi Bengkulu Hamdani di Bengkulu, Selasa.

 

Ia mengatakan hal itu usai pertemuan antara anggota REI Bengkulu Provinsi Bengkulu dengan Manajer PLN Cabang Bengkulu yang difasilitasi Bank Tabungan Negara (BTN).

 

Ia mengatakan pada 2009 jumlah rumah yang dibangun para pengembang dan belum teraliri listrik berjumlah 4.862 unit dan menjadi 5.500 unit pada 2010.

“Memang sebagian sudah mendapat sambungan listrik, tapi jumlah rumah yang dibangun para pengembang juga terus bertambah sehingga jumlah daftar tunggu juga meningkat,” terangnya.

Dari pertemuan dengan direksi PLN, kata dia, diharapkan kebutuhan sambungan baru tersebut bisa dipenuhi pada 2011 seiring dengan program pemasangan 10.000 sambungan baru dari PLN.

Namun untuk daerah yang masih minim jaringan seperti Kabupaten Kaur dan Mukomuko, kata dia, harus bersabar menunggu pembangunan jaringan interkoneksi tuntas.

“Tapi, pengembang yang sudah terlanjur melakukan penyambungan lisrik ke perumahan, termasuk melakukan pengadaan travo tidak mendapat kompensasi dari PLN,” katanya.

Manajer PLN Cabang Bengkulu Kadarisman mengatakan kebutuhan sambungan baru bagi rumah-rumah yang sudah dibangun pengembang di seluruh Provinsi Bengkulu akan diupayakan dipenuhi.

“Kami sudah meminta data sebenarnya tentang jumlah rumah itu dan kondisi jaringan atau sambungan yang sudah dipasang, dan nanti petugas kami akan mengecek ke lapangan,” katanya.

Ia mengatakan rumah-rumah yang dibangun pengembang akan masuk dalam program pemasangan 6.000 hingga 10.000 sambungan baru di Provinsi Bengkulu yang digelar April hingga Juni 2010.

Namun, pemasangan sambungan tersebut akan melihat lokasi perumahan seperti di Kabupaten Kaur dan Muko Muko kata dia memang terkendala pasokan daya.

“Sebagian memang terkendala pemasangan jaringan seperti di Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, tapi sebagian memang tidak tersedia dayanya seperti Kabupaten Kaur dan Mukomuko,” jelasnya. (Ant.)