Proyek Tol Tanjung Priok Ditarget Tuntas 2014

0
Foto: Antara

KonsPro (27/5) JAKARTA – KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan paket proyek jalan bebas hambatan atau tol Tanjung Priok ditargetkan selesai seluruhnya pada 2014.

“Paket kontrak jalan bebas hambatan itu terdiri tujuh paket dengan satu paket (E-1) sudah selesai dan dua paket (seksi E-2 dan NS) dimulai hari ini (27/5),” kata Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah II, Ditjen Bina Marga, Kementerian PU, Winarno kepada pers seusai pemancangan tiang pertama seksi E-2 dan seksi NS, di Jakarta, Jumat.

Pemancangan dua paket pekerjaan tersebut dilakukan bersamaan dengan peluncuran Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Balai Sidang Jakarta Convention Center.

Winarno menegaskan, tujuan utama paket proyek jalan bebas hambatan Tanjung Priok tersebut untuk memperlancar akses ke Pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini sudah menempati peringkat ke-24 dunia untuk arus petikemas.

“Jika paket E-1 Rorotan-Cilincing (3,4 km) ditambah E-2 Cilincing – Jampea (2,7 km), E-2A Cilincing – Simpang Jampea (1,9 km) dan NS Yos Sudarso Simpang Jampea (2,2 km) serta NS Ramp selesai, maka tol tersebut untuk akses ke dan dari sebelah timur, barat dan wilayah selatan, akan terhubung,” katanya.

Winarno mengatakan, untuk paket E-2A ditargetkan, kontraknya ditandatangani Juni tahun ini. “Seluruh proses pembebasan lahannya sedang dalam proses, sedangkan E-2 dan NS Yos Sudarso, sudah tuntas dan tidak ada masalah,” katanya.

Tujuh paket pekerjaan tersebut, seluruhnya didanai dari APBN dan pinjaman Jepang melalui JBIC dengan rincian E-1 Rp620 miliar, E-2 Rp1,04 triiun, E-2A Rp1,3 triiun, NS Yos Sudarso Rp564 miliar dan NS Ramp Rp300 miliar.

Sedangkan, dua paket tersisa, yakni W-1 Jampea – Kampung Bahari (2,8 km) dan W-2 Kampung Bahari – Harbours Toll Road (2,9 km) belum jelas karena menunggu perkembangan dan permintaan pasar, setelah lima paket tersebut selesai.

“Kajiannya ada, tetapi apakah jadi dibangun dan diteruskan, tergantung situasi pada 2014 itu karena sebenarnya, tol ke Priok ini sudah terhubung,” katanya.

Ia juga menambahkan, pengelolaan seluruh paket tersebut , nantinya akan ditenderkan untuk menentukan siapa operatornya. “Kalau soal itu (operator dan pengelolaan) urusan Badan Pengatur Jalan Tol,” katanya. (Ant.)