Prosedur dan Permasalahan Fit Out di Apartemen (Bagian 2)

0
Ilustrasi

Prosedur fit out

Renovasi pertama kali biasanya dilakukan setelah serah terima unit dari developer. Renovasi selanjutnya, ketika penghuni ingin suasana baru setelah beberapa lama menghuni, atau adanya permintaan dari penyewa, jika unit itu disewakan.

Baca juga: Prosedur dan Permasalahan Fit Out di Apartemen (Bagian 1)

Untuk merenovasi unit apartemen, pemilik/penyewa terlebih dahulu mengisi form pengajuan fit out. Melampirkan gambar rencana renovasi, foto copy KTP pemilik, penyewa (jika disewakan), kontraktor dan pekerja-pekerjanya, karena demi keamanan, pengelola harus tahu siapa saja yang keluar masuk di lingkungan apartemen.

Jika yang mengajukan permohonan bukan pemilik, maka harus ada surat kuasa dari pemilik untuk melakukan renovasi. Yang artinya pemilik mengetahui dan menyetujui renovasi tersebut.

penghuni apartemen paham. Hanya orang yang sudah biasa tinggal di apartemen, umumnya mengerti. Tetapi bagi orang yang baru akan tinggal, kebanyakan mereka merasa ribet mengikuti prosedur dan sering salah

Juga harus ada surat kuasa dari pemilik ke kontraktor. Hal ini tergantung dari perjanjian di antara mereka (pemilik dan penyewa). Apakah yang melakukan renovasi itu pemilik atau penyewa. Dalam surat kuasa itu juga disebutkan kemana nanti pengembalian uang jaminan fit out.

Ada uang jaminan fit out yangf  harus dititipkan ke pengelola. Jumlahnya tergantung dari kebijakan masing-masing apartemen, biasanya berkisar Rp.3 -5 juta. Apabila terjadi kerusakan di area umum, maka uang jaminannya akan dipotong untuk perbaikan. Selain itu, ada juga Uang Jaminan Puingin, mengantisipasi bila kontraktor tidak membersihkan/membuang puing-puing pada tempatnya.

Ilustrasi

Kendala

Proses fit out dalam renovasi ini tidak semua penghuni aparteme paham. Hanya orang yang sudah biasa tinggal di apartemen umumnya mengerti. Tetapi bagi orang yang baru  akan tinggal, kebanyakan mereka merasa ribet mengikuti prosedur dan sering salah paham. Karena itu pengelola berupaya memberi pengertian bahwa tidak sulit ketika semua persyaratan sudah lengkap. Proses ini untuk kebaikan kita bersama.

Kendala di lapangan, pekerjaan sering tidak mematuhi peraturan, seperti merokok di dalam area kerja, atau malas menggunakan name tag, serta membuang sampah sembarangan. Padahal di awal semua peraturan sudah disampaikan , kalau mereka melanggar ada penalty atau denda yang akan dipotong dan Uang Jaminan. (Selesai)

Penulis: Erlan Kallo