Prosedur dan Permasalahan Fit Out di Apartemen (Bagian 1)

0
Ilustrasi

KONSPRO – Bagi orang yang akan dan telah tinggal di apartemen, sebaiknya memahami, bahwa merenovasi unit apartemen  itu tidak sama ketika ingin merenovasi rumah tapak (landed house).  Ada aturan-aturan yang harus dipatuhi. Mengapa demikian?

Ada banyak alasan mengapa renovasi unit apartemen itu harus diatur dengan ketat. Sebagai hunian yang menganut kepemilikan bersama, segala aktifitas kehidupan antara satu unit dengan unit lain yang berdempetan di dalam gedung apartemen itu saling mempengaruhi.

Aktifitas di satu unit, misalnya bersuara keras (berisik) itu bisa mengganggu kenyamanan unit di samping kiri, kanan, atas dan bawah unitnya. Sebab setiap unit apartemen itu dibatasi hanya satu dinding (kiri, kanan, depan belakang, atas dan bawah) yang merupakan Bagian Bersama.

Ketika sebuah unit apartemen direnovasi, maka sudah pasti akan berpengaruh terhadap kenyamanan penghuni di sekelilingnya, serta lingkungan apartemen secara keseluruhan. Jika tidak diatur dengan baik, maka pasti akan mengurangi kenyamanan dan keamanan tinggal di apartemen tersebut.

Baca juga: Keren Buat Milenial! Apartemen Kekinian Rp360 Jutaan di Royal Tajur

Berbeda dengan rumah biasa di perumahan tapak: Meski ada yang berdempetan, tapi tembok (dinding) pembatas rumah itu umumnya sendiri-sendiri. Mereka rata-rata punya halaman sendiri yang tidak mengganggu akses tetangganya. Sehingga renovasi bisa dengan leluasa dilakukan.

Ilustrasi

Renovasi apartemen

Lantas bagaimana prosedur jika ingin melakukan renovasi ruangan unit apartemen kita? Apa saja aturan-aturan yang harus dipatuhi?

Renovasi unit apartemen harus disesuaikan dengan kondisi konstruksi gedung. Proses inilah yang disebut Fit Out. Pengertian umum fit out adalah menyamakan atau menyesuaikan persepsi apa yang akan dikerjakan (renovasi) dengan apa yang ada atau melekat di gedung apatemen (konstruksi). Sederhananya, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat merenovasi unit apartemen.

Rencana dan desain renovasi dari pemilik/penyewa harus disesuaikan dengan aturan yang telah dibuat oleh pengelola gedung. Desain yang dapat merubah konstmski gedung tidak boleh diteruskan, karena mengakibatkan kerusakan struktur gedung. Karena itu pemilik/penyewa tidak dapat mendesain sesuka hatinya.

Sebab struktur bangunan lantai itu merupakan atap dari unit lain di bawah kita, begitu sebaliknya atap unit kita merupakan lantai dan unit yang ada di atas. Karena itu kita tidak boleh melakukan perubahan struktur seenaknya. Harus diketahui bahwa struktur bangunan, terutama “tulang” bangunan dari bawah sampai yang paling atas itu bersambungan itu tidak dapat diganggung gugat (dirubah).

Baca juga: Prosedur dan Permasalahan Fit Out di Apartemen (Bagian 2)

Selain itu, pemilik/penyewa juga dilarang keras merubah posisi jalur fire system, water proofing yang ada di dalam unitnya dan melakukan perubahan yang mempengaruhi fasade gedung. Jangan sampai prosesmfit out yang tidak sesuai aturan itu dapat mengakibatkan kerusakan pada unit lain atau area umum. Contohnya, pekerjaan yang mengakibatkan keretakan dinding unit lain.

Kalau itu terjadi, biasanya penghuni yang dindingnya retak akan complain ke costumer service. Tindakan yang diambil badan pengelola adalah langsung menegur pekerja (kontraktor). Pengelola meminta kontraktor melakukan perbaikan terhadap dinding tersebut. Sebisa mungkin diselesaikan langsung saat itu juga.  (BERSAMBUNG)

Penulis: Erlan Kallo