Program Rumah Murah Disebar ke Daerah

0
Foto: Humas Kemenpera

KonsPro (20/03) JAKARTA – TERTARIK dengan program Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mengenai pengadaan rumah murah dan sangat murah, Komisi V DPR mengagendakan melakukan sosialisasi ke daerah saat kunjungan kerja. Sosialisasi ini terutama dilakukan di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

“Bisa jadi ini merupakan hadiah buat masyarakat di daerah. Karena program rumah murah dan sangat murah berlaku se-Indonesia. Jadi tidak hanya di kawasan padat saja,” ungkap Wakil Ketua Komisi V DPR RI Joseph Umar Hadi di Jakarta, akhir pekan ini.

Selain rumah murah, menurut politisi PDIP ini, program land banking (bank tanah) juga akan disosialisasikan ke daerah. Mengingat di kawasan timur Indonesia, lahan yang tersedia masih cukup banyak sehingga memungkinkan untuk dibeli pemda.

“Akan kita dorong pemda membeli lahan-lahan yang harganya masih murah itu untuk kemudian dimanfaatkan dalam penyediaan rumah. Dengan adanya pembangunan perumahan, harga tanahnya pasti jadi mahal sehingga daerah bisa mendapatkan dana dari situ,” terangnya.

Diakuinya, program rumah sangat murah yang merupakan bansos itu bukan hal baru. Namun dengan dibuka kembali program tersebut, akan membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan rumah.

“Kalau rumah sangat murah yang merupakan bansos itu program lama. Sedangkan rumah murah seharga Rp 20-25 juta (kluster tiga) dan Rp 50-75 juta (kluster empat) merupakan program baru,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan, sebanyak 50 kabupaten/kota menyatakan siap melaksanakan program rumah sangat murah dan murah. Pihak pemda pun telah menyiapkan lahan bagi pembangunan rumah seharga Rp 5 – 25 juta itu.

Walaupun keikutsertaan pemda masih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah kabupaten/kota yang ada, namun Menteri Negara Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa berharap penyediaan lahan ini bisa mempercepat pelaksanaan program rumah murah dan rumah sangat murah. (JPNN)