Presiden akan Buka Rakernas REI 2012

0
Foto: Erlan Kallo

KonsPro (4/12), JAKARTA –  TANGGAL 5-6 Desember 2012,  Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI)  menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang  Yudhoyono. Selain membahas agenda program kerja tahun 2013, dalam Rakernas ini REI akan meluncurkan  blueprint pembangunan realestat di Indonesia.

Bertempat  di Hotel Pullman, Central Park, Podomoro City, Jakarta, Rakernas yang mengangkat tema  “Rumah untuk semua” diharapkan dapat menelorkan rencana detail program kerja REI yang realistis dan tepat sasaran.

Menurut Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI Setyo Maharso, salah satu hal yang dibahas dalam Rakernas REI 2012 ini adalah soal blueprint. Blueprint ini diharapkan dapat menjadi bagian sumbangsih pemikiran REI untuk mendorong sektor realestat tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan sektor lainnya. Selanjutnya blueprint dibukukan dan akan diserahkan kepada  Presiden/Kepala Pemerintah.

“Masyarakat Indonesia sesuai dengan kemajuan ekonomi saat ini berhak mendapatkan rumah yang layak. Tidak hanya sekedar berwacana, kami ingin memberi sumbangsih, apa yang terjadi di lapangan,” kata Setyo saat konferensi pers pelaksanaan Rakernas REI, Senin (3/12).

Setyo menjelaskan dalam blueprint konsep dan arah pembangunan realestat didalamnya memaparkan data yang ada saat ini dan dibandingkan dengan kondisi di negara tetangga serta bagaimana kendala pembangunan perumahan di Indonesia.

“Endingnya bahwa untuk menjadikan rumah untuk semua, regulasi yang dibuat pemerintah harus bagaimana. Regulasi perumahan yang benar akan mendorong pertumbuhan ekonomi mengingat pertumbuhan ekonomi ditopang oleh industri realestat,” imbuhnya.

Wakil Ketua Umum DPP REI Handaka Santosa mengatakan kontribusi realestat terhadap pertumbuhan ekonomi cukup besar, tetapi peran ini kurang dimengerti oleh semua pihak.

“Realestat itu penopang pertumbuhan ekonomi. Pembangunan realestat baik itu perumahan, pusat perbelanjaan, atau perkantoran akan melibatkan industri berat, industri ringan, dan industri rumah tangga. Ada puluhan industri yang akan ikut tumbuh,” ujarnya. (Erlan Kallo)