Pra Launching, 75% Unit Condotel Terjual

0
2
Foto : suaramerdeka.com

Foto : suaramerdeka.com
KonsPro (27/11) – SEMARANG. Meski belum resmi launching, 75% unit Condominium Hotel (condotel) Best Western Premier Semarang sudah laku terjual. Hal ini menjadi bukti, kehadiran Best Western Internasional (BWI) di Semarang yang menerapkan konsep condotel menarik minat investor.

Gathering pra launching Best Western Premier Semarang yang diadakan Kamis (25/11) malam di Mahogani Room, Thamrin Square, ternyata sukses memikat pembeli. Tak kurang dalam waktu dua jam, puluhan condotel dengan harga Rp 600 juta ini laku terjual.

Pengembang Best Western Premier Semarang, Kukrit Suryo Wicaksono memprioritaskan warga Semarang sebagai pembeli condotelnya, kendati juga membuka peluang bagi warga asal kota lain. Bahkan, karena keuntungan yang ditawarkan begitu menggiurkan, tak sedikit peserta gathering yang memesan lebih dari dua unit condotel.

Menariknya lagi, para investor yang membeli condotel malam tadi, tak hanya mendapatkan harga istimewa. Calon pembeli juga diajak bermain adu peruntungan, untuk menentukan tambahan diskon senilai Rp 25 juta hingga Rp 100 juta. “Para pembeli yang berkesempatan memesan condotel pada malam ini sangat beruntung, sebab harga condotel sudah naik menjadi Rp 700 juta,” papar Kukrit.

Tingginya minat para investor juga didukung pihak perbankan lokal, khususnya dalam pembiayaan KPR. Di antaranya, BRI Syariah, Bukopin, Bank Jateng, dan BII. Beberapa bank tersebut bahkan berlomba-lomba memberikan keringanan dan kemudahan dalam pembayaran kredit.

Rangsang Pariwisata Semarang

Kukrit menjelaskan, Best Western Premier Semarang ini akan dibangun di kawasan pemukiman elite Palm Hill Estate Gajahmungkur, dengan menempati lahan seluas 9.000 m2, di Jalan Papandayan Semarang. Konsep ini merupakan yang pertama diterapkan dalam bisnis perhotelan di Semarang.

“Saya berharap pembangunan ini akan semakin memajukan sektor pariwisata di Semarang. Sehingga menjadi bukti bahwa Semarang tidak kalah dengan kota-kota besar lain di Indonesia,” tegas Kukrit yang juga menjabat Komisaris Utama investor Best Western Premier Semarang, PT Merdeka Graha Indo (MGI).

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Soemarmo HS, yang hadir dalam gathering tersebut mengatakan, pembangunan hotel ini sejalan dengan programnya dalam mengembangkan potensi pariwisata di Semarang. “Dibangunnya condotel ini juga diharapkan mampu memicu pertumbuhan pariwisata serta menarik minat para investor. Tentu disertai pula akan diimbangi dengan pembenahan infrastruktur lain,” kata Soemarmo yang juga turut membeli condotel itu.

Jusuf Sawirin, Managing Director BWI Indonesia, mengatakan, pada 30 Agustus lalu, tim dari Best Western Indonesia beraudiensi dengan Wali Kota Semarang Soemarmo HS di Balai Kota, sebagai tanda dimulainya pembangunan. Diperkirakan, pembangunan memakan waktu sekitar dua tahun, sehingga bisa mulai dioperasikan akhir 2012.

Dia menjelaskan, Best Western Candi Semarang akan dilengkapi dengan grand ballroom yang bisa menampung 1.500 orang, meeting room, wedding chapel, restoran, coffee shop, fitness center, spa massage, sauna, kolam renang, dan supermarket. Hotel bintang empat itu akan menyediakan 107 kamar. Untuk kamar kategori fluorite ada 30, emerald 39, diamond 15, citrine 13, beryl 6, dan amesthyst 4 kamar.

Hotel yang akan dibangun setaraf bintang lima ini berada dibawah jaringan BWI, jaringan terbesar di dunia yang mengelola 4.200 hotel di 88 negara dan menjadi pemimpin di industri perhotelan sejak 1946. Alasan lain investor menanamkan modal di condotel, karena laba yang diperoleh dan dipresentasikan setiap tahunnya cukup menggiurkan. Ditambah setiap lima tahun sekali, pengelola akan memberikan fasilitas peremajaan mebel dan elektronik condotel secara cuma-cuma. (suaramerdeka.com)