Perkembangan Perumahan Karawang Tidak Mampu Tingkatkan PAD

0
Foto: Humas Kemenpera

KonsPro (29/4/) KAWARANG – PERKEMBANGAN  perumahan yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat tidak mampu meningkatkan pendapatan asli daerah itu dari sektor bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.

“Perkembangan perumahan belum mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Karena rata-rata harga jual perumahan yang ada, di bawah Rp60 juta,” kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Karawang, Setya Dharma, di Karawang, Kamis.

Dikatakannya, dari sekian banyak perumahan di Karawang, hanya beberapa perumahan yang harga penjualan rumahnya diatas Rp60 juta. Sedangkan sesuai ketentuan yang berlaku, nilai perolehan objek pajak BPHTB sebesar Rp60 juta bagi setiap wajib pajak.

Karena itu, kata Setya, jika harga rumah di perumahan tertentu dibawah Rp60 juta, maka pemasukan untuk kas pemerintah daerah dari BPHTB tidak ada.

Ia menilai, kebijakan itu menjadi dilema bagi pemerintah daerah. Satu sisi pemerintah daerah dituntut menyejahterakan warga dengan adanya perumahan yang terjangkau. Tetapi, disisi lain keberadaan perumahan itu tidak mampu memberikan pendapatan daerah.

Sementara itu, pada 2011 Pemkab Karawang menargetkan PAD dari sektor BPHTB sekitar Rp24 miliar, dan hingga April 2011 sudah mencapai Rp27 miliar.

Menurut Setya, pendapatan kas daerah Pemkab Karawang dari sektor BPHTB paling besarnya diperoleh dari sektor industri. Apalagi, saat ini Karawang sudah menjadi tujuan pembangunan tersebut. (Ant.)