Penyambungan JLS Dipastikan Tak Selesai Tahun Ini

0
Foto: suaramerdeka.com

KonsPro (06/02) SURABAYA – Penyambungan Jalan Lintas Selatan (JLS) ruas Pacitan-Malang dipastikan tidak akan selesai pada tahun ini karena terkendala dana.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jatim, Gentur Sandjojo Prihantono di Surabaya, Sabtu mengatakan, pihaknya akan berusaha menyelesaikan proyek yang digagas sejak 2000 saat Gubernur Jatim masih dijabat Imam Utomo itu.

“Namun, kami tetap harus realistis karena sampai sekarang kami masih terkendala dana dan pembebasan lahan,” kata kepala dinas yang mendapat peringatan dari Gubernur Jatim Soekarwo terkait pelesir ramai-ramai anak buahnya ke Singapura itu.

Ia mengakui Gubernur sangat berharap agar JLS ruas Pacitan-Malang segera tersambung untuk membantu aktivitas masyarakat dalam meningkatkan perekonomian di kawasan pesisir selatan Jatim itu.

Menurut dia, jalur dari Pacitan sudah diselesaikan. Namun, dari sisi wilayah Malang, khususnya Sendang Biru yang belum. “Untuk jalan di Sendang Biru sudah mulai dikerjakan, tapi aksesnya hanya di wilayah Kabupaten Malang dan belum bisa tersambung ke kabupaten lain,” katanya.

Gentur memperkirakan Malang dan Blitar baru bisa tersambung pada 2013. Berdasarkan hasil studi kelayakan, jalur Pacitan-Malang terdiri atas 10 ruas, yakni Pacitan-Glonggong sepanjang 40,82 kilometer, Pacitan-SPG 160.1 (31 km), Pacitan-Jarakan (116 km), Panggul-Prigi (56 km), dan Prigi-Batas Trenggalek (10,80 km).

Selain itu ada ruas jalan Batas Trenggalek-Blitar (41,10 km), Batas Blitar-Batas Malang (62,45 km), Batas Malang-Sendangbiru (60 km), Talok?Druju-Sendangbiru (41,51 km), dan Turen-Batas Lumajang (36,68 km).

Hingga saat ini yang menjadi kendala pembangunan JLS adalah persoalan izin pemakaian lahan milik Perum Perhutani. Dari total panjang JLS di Jatim 618,8 kilometer, sepanjang 265,82 kilometer atau 42,40 persen di antaranya adalah lahan milik Perhutani.

Pembangunan JLS Jatim selama delapan tahun ini baru menghasilkan 73,9 kilometer dengan total anggaran yang telah dicairkan baik dari APBN, APBD provinsi, maupun APBD kabupaten mulai 2002-2009 sekitar Rp806 miliar. (Ant.)