Developer Tunda Kenaikan Harga, Investor Jangan Tunda Beli Properti

0
Nilai investasi properti di Royal Tajur naik terus, per tahun sekitar 10 %. (Foto: Erlan Kallo/KONSPRO)

KONSPRO, BOGOR – SejakCovid-19 (virus Corona) “resmi” dinyatakan masuk ke Indonesia pada pertengahan Februari 2020, kemudian pada 11 Maret 2020 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengumumkan wabah Covid-19 sebagai pandemi global, mengakibatkan bisnis segala sektor mengalami kemunduran, termasuk di industri properti.

Bagi sebagian investor properti, mendung itu tidak selamanya kelabu. Musibah belum pasti mendatangkan kemalangan. Bahkan jika berpikir jernih, niscaya akan banyak peluang dari “hikmah” pandemi ini.

Sebut saja Hasanuddin (45 tahun), warga yang berdomilisi di salah satu perumahan di jalur Transyogi. Ayah satu anak ini, sedang menimbang-nimbang berinvestasi di masa Covid-19. Bukan tanpa alasan, menurutnya, para developer sekarang ini, tidak berani mengambil margin (keuntungan) mengingat investor saat ini lebih hati-hati mengucurkan dananya.

“Bagi saya, saat ini waktunya uang kita yang bekerja. Jika ada uang sedang parkir di bank akan lebih menguntungkan jika diinvestasikan ke properti. Karena hampir semua developer sedang mencari terobosan agar para investor mau tetap bertransaksi di masa Covid-19 ini,” kata pria berprofesi konsultan pajak ini yang gemar berinvestasi unit apartemen dan landed house.

Di masa pandemi ini, sebagian besar developer, kata Hasanuddin, menunda kenaikan harga. Selain itu, mereka akan “jor-joran” dalam promosi.  

Masa krisis pasti bisa berlalu sedangkan kesempatan mendapatkan harga terbaik hanya sekarang ini. (Dok. Istimewa)

Pasti cuan

Pendapat Hasanuddin ini diamini Hendra Gunawan General Manager Royal Tajur, Bogor. Menurut Hendra, di masa pandemi ini banyak developer yang tunda kenaikan harga.  Dan ini sangat menguntungkan investor jika mereka beli properti sekarang.

“Yang jelas, dalam 6 bulan terakhir ini, dimana dalam keadaan normal bisa ada kenaikan harga 2 kali yang mencapai 5 persen, namun kami tunda. Malah kami berikan promo diskon harga hingga Rp.150 juta untuk tipe rumah tertentu. Faktanya,  nilai investasi properti di Royal Tajur naik terus, per tahun sekitar 10 %.” kata Hendra, Kamis (4/6), di Bogor.

Jadi, lanjut Hendra, kalau beli properti sekarang mereka langsung cuan (untung) Rp.150 juta, serta harga yang belum naik. Beberapa investor smart  tetap mengambil kesempatan ini dengan membeli rumah di Royal Tajur di kurun waktu Februari – Mei 2020 ini.

Pembelian dapat dilakukan dengan skema pembayaran yang fleksibel yang bisa kami atur sesuai cashflow investor/buyer, bisa dengan tunai bertahap fleksibel bahkan saat belum lunas cicilan bisa menempati rumahnya, bisa dengan KPR/KPA yang fleksibel juga bahkan bisa tanpa DP.

“Dua bulan belakangan ini di Royal Tajur penjualan tetap stabil, peminat properti visit dan melihat produk kami, mereka merasakan tinggal di tengah kota dapat kenyamanan, udara yang sejuk, great view gunung salak dan gunung gede Pangrango, langsung mereka booking khawatir produk pilihannya dibeli orang,” kata Hendra.

Namun belakangan ini juga, ungkapnya, mungkin karena berbagai pertimbangan lain akibat efek pandemi Covid-19, saat pembayaran pertama beberapa orang ada yang menunda pembayarannya bahkan ada yang sampai kami batalkan. Keputusan ini dianggapnya kurang tepat.

Jika investor punya kemampuan, sarannya, hilangkan keraguan. Masa krisis pasti bisa berlalu sedangkan kesempatan mendapatkan harga terbaik hanya sekarang ini. Tapi tidak sedikit juga tetap optimis bahwa properti merupakan investasi primadona di masa pandemi, selain emas.

“Apalagi pemerintah sedang gencar mensosialisasikan pemberlakuan New Normal (kenormalan baru) sebagai tatanan kehidupan normal baru di Indonesia yang merupakan “Jalan Tengah”, agar penyebaran Covid-19 dapat dihambat, dan di sisi lain roda perekonomian tidak berhenti, karena bencana krisis ekonomi sama berbahayanya bagi kelangsungan hidup bangsa ini. Karena itu, investor jangan tunda beli properti,” kata Hendra optimis.

Selain kavling siap bangun, sekarang ini anak perusahaan Suryamas Group sedang fokus memasarkan 3 tipe rumah, yaitu: Rumah 1 lantai ready stok tipe 40/90 (LB/LT), Rumah sudut/hoek berkontur dengan taman yang saat ini progress pembangunan sudah di atas 80% (keduanya berada di klaster Avebury), dan Rumah indent 2 lantai tipe 41/84  di klaster Bradfield yang dibanderol mulai Rp.900jutaan,  serta unit apartemen fully furnish Royal Heights yang harganya masih mulai Rp400 jutaan. Baik landed house maupun apartemen di Royal Tajur, direncanakan harganya akan naik pada  Juli 2020.

Penulisan: Reza RK/KONSPRO