Pengembang Mengincar Ibu Kota Baru

0
Dok. Antara

KONSPRO, JAKARTA – Kalimantan Timur menjadi salah satu wilayah incaran baru bagi para pengembang untuk bisa berekspansi dengan berhembusnya isu ibu kota baru. Kendati tidak mengungkapkan secara pasti rencana ekspansi tersebut, tetapi tahap awal perencanaan tengah disusun.

Survei lapangan pun tengah dilakukan untuk memuluskan aksi ekspansi tersebut.

Baca juga : E-Sport Bisa Dorong Keterisian Properti MICE

Direktur Independen Pollux Properti Maikel Tanuwidjaja membeberkan bahwa sejauh ini, perseroan sudah mulai mencari area yang menarik dan bahkan telah menerima beberapa penawaran.

“Saat ini kita memang punya rencana ke arah sana. Banyak yang menawarkan, sudah ada yang kami lihat,” ujarnya.

Apalagi Maikel optimistis pasar properti akan semakin bergerak ditopang oleh keyakinan pasar atas pemangkasan suku bunga.

Direktur Utama PT. PP Properti Tbk. Taufik Hidayat juga sudah mengambil langkah dengan melakukan riset sejak empat bulan lalu. Saat ini perseroan memiliki properti di Balikpapan, Kalimantan Timur berupa mall bernama Balikpapan Ocean Square dan hotel yang dioperasikan oleh Swiss-Belhotel.

Taufik menyebutkan adanya calon investor yang menawarkan pola joint venture untuk mengembangkan lahan di sekitaran ibu kota baru. Jumlahnya tidak hanya satu karena ada beberapa penawaran yang datang sekaligus. Luas potensi lahan sampai 500 hektare akan digunakan untuk bermacam peruntukan.

Sementara itu, pengembang eksisting Agung Podomoro Land mengatakan, superblok Borneo Bay City di Balikpapan sudah laku 80% dari total 1220 unit apartemen. Direktur Agung Podomoro Land Agung Wirajaya mengatakan saat ini, dalam kawasan superblok itu perseroan sedang tahap finishing untuk Podomoro Bay Mall yang akan selesai pada 2021.

Adapun saat ini yang tersisa hanyalah 250 unit dari 7 Tower yang tersedia di kawasan superblok itu. Agung mengatakan untuk setiap unit apartemen dibanderol dikisaran harga Rp700 Juta per unit. Adapun sejak 1 September kemarin harga itu telah naik menjadi Rp800 Juta. Secara rerata APLN pun sudah mengantongi Rp679 Miliar dari hasil penjualan 970 unit apartemen. Kemudian ada potensi tambahan Rp200 Miliar dari sisa 250 unit apartemen.

Menurutnya, sebelum ada kenaikan harga, penjualan sempat tembus Rp20 Miliar. Namun demikian, dia menolak untuk memerincinya lebih detil. Seluruh apartemen, lanjutnya sudah 100% selesai dan siap serah terima kunci.

Agung mengatakan pengembangan kawasan seluas 6 hektare di kota Balikpapan sudah mulai sejak 2013 silam. Bukan baru-baru ini saja akibat pemindahan ibukota ke Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Pasir Utara.

Rumah.com