Penandatanganan Akta Jual Beli

0

KonsPro (7/5) – ANDA punya masalah hukum di bidang properti? Kirimkan pertanyaan Anda di email redaksi@konsumenproperti.com. Sertakan alamat, dan indentitas yang jelas, kami akan segera menjawab pertanyaan Anda.

Pertanyaan:

SAYA telah memesan satu unit Apartemen dengan membayar Booking Fee. Sebelum membayar Uang Muka I (Pertama), saya meminta kesediaan Marketing Apartemen tersebut agar saya langsung dibuatkan Akta Jual Beli (AJB) yang dibuat di hadapan Notaris pada saat Pembayaran Uang Muka I (Pertama).

Marketing tersebut bersedia akan membuatkan AJB-nya. Setelah sampai pada hari yang ditentukan bagian Legal perusahaan tersebut tidak bersedia membuatkan AJB untuk saya dengan alasan bahwa AJB itu dibuat setelah saya membayar lunas dan fisiknya telah diserahterimakan.

Yang ingin saya tanyakan apakah benar sebelum pembuatan AJB saya harus terlebih dahulu melunasi unit tersebut dan apa pegangan saya jikalau saya membayar uang muka tanpa ada perjanjian apa-apa kecuali selembar kwitansi saja. Oleh karena itu saya mohon bantuan Bapak. Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih.

Gunggi Yuniakra, Balikpapan

Jawaban:

BAPAK Gunggi yang terhormat. Untuk menjawab pertanyaan Bapak, sebelumnya perlu saya jelaskan bahwa prinsip di dalam jual beli adalah Tunai dan Tuntas. Oleh karena itu apakah sudah terpenuhi prinsip tersebut di dalam transaksi Bapak, kalau belum terpenuhi berarti belum bisa dibuatkan/ditandatangani Akta Jual Beli (AJB)nya. Adapun persyaratan untuk pembuatan/penandatanganan AJB adalah sebagai berikut:

  1. Pembeli telah melunasi harga jual satuan unit Apartemen tersebut.
  2. Pembeli telah menandatangani Berita Acara Serah Terima dengan Pihak Penjual (developer) dengan kata lain unitnya telah diserahterimakan.
  3. Sertipikat Hak Milik Satuan Rumah Susun yang didaftar atas nama Pihak Penjual telah diperoleh.

Untuk pertanyaan Bapak yang kedua adalah untuk pegangan selain kwitansi yang Bapak terima Bapak dapat memintakan terlebih dahulu Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang memuat pasal-pasal dan ketentuan-ketentuan tentang cara pembayaran, serah terima fisik, denda-denda, AJB dan lain sebagainya. Untuk pembuatan PPJB tersebut Bapak telah melakukan pembayaran yang biasanya telah melebihi persen. Demikian jawaban saya mudah-mudahan bermanfaat.