Pemkot Tangsel Kembangkan Perumahan Swadaya

0
Ilustrasi: rumah123.com

 

KonsPro (17/12) TANGSEL – PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan, Banten, mengembangkan pembangunan perumahan swadaya bersama Kementerian Perumahan Rakyat.

“Kerja sama penandatanganan dengan Kemenpera sudah disepakati dan sekarang siap untuk dilaksanakan operasionalisasi kebijakannya,” kata Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Nur Slamet di Tangerang, Jumat.

 

Dijelaskannya, pihaknya sudah menyepakati untuk mengembangkan sejumlah program yang dicanangkan Kemenpera seperti pembangunan rumah susun sederhana sewa, perbaikan kampung kumuh dan operasionalisasi perumahan swadaya.

 

“Untuk menjalankan program itu, kami diberikan anggaran Rp 1 miliar tahun lalu dan sudah berjalan dibeberapa tempat. Tinggal kami maksimalkan dana yang sudah ada agar program pusat ini bisa terus dipercayakan untuk dilaksanakan di Tangsel,” katanya.

Dia juga menjelaskan, Tangsel tidak sendirian dalam mengembangkan perumahan swadaya ini. Masih ada lima derah lainya, seperti Kabupaten Buton, Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Luwuk Timur Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Tangsel.

“Untuk perumahan swadaya ini sudah kami jalankan di Kecamatan Setu. Adapun bentuk swadayanya, kami danai warga untuk memperbaiki rumahnya sendiri agar lebih layak ditempati,” katanya.

Dia menambahkan, program pembangunan perumahan swadaya ini memang harus menjadi perhatian dan tanggung jawab pemerintah daerah agar upaya memenuhi kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di daerah dapat berkesinambungan dan sesuai target.

“Pemberian fasilitasi dan stimulasi pembangunan perumahan swadaya kepada masyarakat khususnya berpenghasilan menengah kebawah tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah yang layak. Tapi perlu mendapatkan perhatian bersama  seluruh stakeholder perumahan baik pusat maupun daerah,” katanya.

Dia berharap, bantuan-bantuan pusat untuk rakyat menengah kebawah ini bisa terus digulirkan pemerintah pusat dan terus dikembangkan agar tarap pembangunan untuk warga miskin terutama bisa dibantu terus oleh pemerintah. “Jika program ini dinilai baik oleh Kemenpera, bisa jadi akan ada bantuan lebih besar,” katanya. (Ant)