Pemerintah Kota Palembang akan Bangun Dermaga Baru

0

KonsPro (21/02) PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang, berencana membangun dermaga baru di Kecamatan Kertapati, karena di kawasan itu belum ada dermaga yang layak untuk fasilitas pendukung transfortasi sungai dan darat.

Mengenai rencana pembangunan dermaga baru tersebut, akan dimulai pemasangan tiang pancang pada Maret 2011, kata Camat Kertapati, Zaini Rivai, di Palembang, Minggu.

Dikatakannya, proses pembangunan dermaga baru yang berlokasi di bawah jembatan Kertapati itu, meski sempat mengalami penundaan pembongkaran sejumlah gubuk milik warga di kawasan tersebut, namun pada Maret mendatang diharapkan sudah masuk tahap pengerjaan.

Menurut dia, proses sosialiasi sudah dilakukan yang menyatakan batas akhir untuk membongkar sendiri gubuk berdiri di atas lahan pembangunan dermaga tersebut, dan ternyata warga menyatakan siap pindah sebelum batas waktu ditentukan.

Dikemukakannya, sebenarnya bagi bangunan yang terkena pembangunan dermaga tersebut tidak akan diberi ganti rugi, karena lahan ditempati milik pemerintah, namun tetap akan diberikan santunan sebagai bantuan biaya pindah.

Asisten II Pemerintah Kota Palembang Bidang Ekonomi dan Pembangunan Apriadi Busri, mengatakan secara teknis memang dibutuhkan pembangunan dermaga baru di bawah Jembatan Kertapati, sehingga kendaraan tidak asal menaikkan dan menurunkan penumpang dan menghindari terjadinya kemacetan kendaraan di kawasan itu.

Ia menerangkan, di bawah jembatan itu kelak dibangun dua dermaga, masing-masing satu untuk bongkar muat barang, satu lagi sebagai dermaga penumpang.

Pembangunan kedua dermaga itu sendiri, kata Apriadi, akan terintegrasi dengan bus air guna memudahkan masyarakat bepergian ke Pasar 16 Ilir dan penumpang kereta api.

Pembangunan dua dermaga itu akan menghabiskan dana Rp6 miliar bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Masripin, mengharapkan dengan kehadiran dermaga itu nanti, masyarakat memanfaatkan transportasi sungai yang terintegrasi dengan bus air. (Ant.)