Pembiayaan

Metland dan BSM Kerjasama Pembiayaan Perumahan

KonsProp (22/6), BEKASI - PENGEMBANG PT Metropolitan Land bekerja sama dengan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) memberikan fasilitas pembiayaan pemilikan rumah (PPR) kepada konsumen. Fasilitas pembiayaan ini berlaku untuk lima perumahan yang dikembangkan oleh Metland.

Kelima perumahan tersebut meliputi Metland Tambun (Tambun-Bekasi), Metland Cibitung (Cibitung-Bekasi), Metland Menteng (Cakung-Jakarta Timur), Metland Cileungsi, serta Metland Transyogi (Cileungsi-Bogor). Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Nanda Widya, mengatakan perjanjian kerjasama ini akan menjawab tingginya permintaan kebutuhan rumah seiring meningkatnya populasi di Indonesia.

 

 

Pemerintah Janji, Asuransi Masyarakat "Nonbankable" Beres!

KonsPro (26/4) JAKARTA - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mengatakan, pemerintah akan menjamin 100 % pembiayaan asuransi bagi masyarakat nonbankable yang mengambil kredit pemilikan rumah (KPR). Jaminan ini diberikan agar perbankan mau menyalurkan kredit untuk masyarakat.

"Bank tidak yakin membiayai masyarakat nonbankable kalau asuransinya tidak siap. Tapi, saya jamin asuransi siap. Kalau untuk KPR FLPP, pemerintah membayar asuransi 70%, tetapi untuk masyarakat nonbankable ini beban asuransi ditanggung 100%, sehingga bank tidak rugi," kata Djan Faridz, ditemui seusai acara panandatanganan Kemenpera dengan Asbanda dan 13 BPD di Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Ia mengatakan, pembiayaan kredit perumahan untuk masyarakat nonbankable akan menggunakan pola Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sasarannya pembiayaan ini di antaranya para pedagang kaki lima, tukang batu, tukang kayu, nelayan dan lainnya yang tidak memiliki penghasilan tetap. Untuk program ini, Menpera meminta kesediaan Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai lembaga penjamin.

"Saya juga meminta aga

 

Menpera: Kemampuan Mencicil Dilihat Dari Penghasilan dan Rasio Hutang

KonsPro (14/3) JAKARTA - PROGRAM pembiayaan perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dilakukan oleh Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) perlu dipahami lebih mendalam. Dikarenakan kemampuan mencicil rumah lewat FLPP tidak hanya dilihat dari penghasilan saja.

“Kemampuan mencicil tidak hanya dilihat dari komponen penghasilan saja akan tetapi juga dilihat dari rasio hutang yang dimiliki debitur”, ujar Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz dalam keterangan pers di Mercure Convention Centre Ancol Hotel, Jakarta, Rabu (14/3).

 
 

Kredit Perumahan: Batas Pendapatan Diminta Dihapus

KonsPro (10/3) JAKARTA - PENGEMBANG properti meminta pemerintah menghapus pembatasan pendapatan maksimal dari masyarakat berpenghasilan rendah dalam pembelian rumah susun sederhana milik.

Eddy Ganefo, Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia, menilai pembatasan tersebut rawan salah sasaran, sehingga rusunami yang awalnya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan, malah dijadikan investasi oleh yang berpenghasilan lebih tinggi.

 

Menpera : Angsuran KPR FLPP Hanya Rp 575.000

KonsPro (6/3) JAKARTA - MENTERI  Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menyatakan, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ke depan dapat memiliki rumah sejahtera tapak hanya dengan membayar angsuran sebesar Rp 575.000.  Untuk itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)yang dilaksanakan oleh Kemenpera bersama dengan sejumlah bank BUMN.

 
 

halaman 5 dari 12

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial