Permudah KPR, Tingkat Kredit Macet Bank Jadi Pertimbangan LTV

KonsPro (14/08/2016), BATAM - BANK Indonesia (BI) telah melakukan kelonggaran kebijakan makroprudensial, yaitu melalui kemudahan kredit rumah (Loan to Value), baik uang muka hingga kepemilikan rumah inden.

Menurut Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara, Peraturan Bank Indonesia (PBI) terkait LTV (Loan to Value) akan terbit pada bulan ini. Hanya saja, tidak semua bank yang dapat memberikan produk sesuai kemudahan yang ditawarkan oleh BI. BI pun akan melihat Non-Performing Loan (NPL) atau angka kredit bermasalah pada pada setiap perbankan.

"Kebijakan itu berlaku bagi bank yang bisa kendalikan kredit bermasalah. Karena BI tidak mau menggenjot ekonomi di saat NPL masih naik. Kalau kita melonggarkan tanpa batas nanti bank dengan NPL tinggi, NPL nya bisa tambah tinggi," kata Mirza di Batam.

Untuk itu, BI hanya akan mengizinkan bank dengan NPL di bawah 5 persen untuk dapat menjalankan kebijakan ini. Aturan ini juga berguna untuk menjamin kestabilan kredit di Indonesia.

Kebijakan ini, kata Mirza, memang sengaja dilonggarkan oleh BI karena melihat harga tanah yang dan bangunan yang cenderung menurun. Keadaan ini berbeda ketika tahun 2012-2013 lalu dimana harga tanah melonjak yang berdampak pada pengetatan aturan kredit rumah dan kepemilikan rumah inden oleh BI.

Dengan adanya kebijakan ini, maka diharapkan masyarakat dapat lebih mudah untuk memiliki rumah. Bahkan hingga rumah kedua sebelum dibangun.  "Memang ada teman-teman di asosiasi pengusaha mintanya sampai di rumah ketiga. Tapi nanti kita lihat dulu. Nanti bisa buat spekulasi lagi, harga naik terlalu tinggi yang kita khawatirkan," tutupnya. (okezone)

Add comment


Security code
Refresh

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertorial

Topik :
Real Estate
Promosikan Iklan anda dengang text Ads di konsumenproperti.com.

Perumahan Indah
Perumahan Indah dengan taman yang mempesona

Ads by KonsumenProperti

Home | Liputan Khusus | Konsultasi | Komplain | Residensial | Komersial | Bisnis terkait | Infrastruktur
Pembiayaan | Figur | Sengketa | Kolom | Tips | Redaksi | Regulasi | Editorial | Iklan Kolom| Umum | Advertorial