Pembangunan Kampung Deret Segera Dikaji

0
Dok. beritajakarta.com

KonsPro (5/10), JAKARTA – RENCANA  pembangunan kampung deret di kawasan Bantaran Kali Ciliwung yang menjadi program pembangunan Gubernur DKI Jakarta terpilih, Joko Widodo (Jokowi), langsung direspon positif Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI Jakarta selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang menangani masalah tersebut. Rencananya, kampung deret tersebut akan dibangun di kawasan Bantaran Kali Ciliwung seperti daerah Bukitduri, Tebet, Jakarta Selatan.

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI Jakarta, Novizal mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan survei lapangan atas program yang dicetuskan Jokowi tersebut. “Kami akan survei dulu di lapangan, harus ada detalinya lahan mana yang dipakai dan dikembangkan. Yang jelas itu gagasan bagus,” ujar Novizal, di sela-sela acara sosialisasi penyusunan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Daerah (RP4D) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/10).

Dikatakan Novizal, pembangunan kampung deret membutuhkan biaya yang cukup besar. Untuk pembangunan di satu kawasan saja membutuhkan dana sekitar Rp 18-20 miliar. Dana tersebut tidak hanya untuk pembangunan gedung saja, tetapi juga untuk penyediaan sarana, prasarana, dan utilitas. “Kalau kawasannya banyak, tentu akan berbeda anggarannya,” katanya.

Pihaknya, kata Novizal, juga mendukung rencana pembangunan rumah susun terpadu yang berdiri di lahan milik Pemprov DKI Jakarta. Mengingat, untuk pembebasan lahan di ibu kota dibutuhkan biaya yang sangat besar. Sehingga bisa dimanfaatkan lahan pasar tradisional yang di atasnya dibangun rumah susun. “Kita juga sudah melakukan kajian pasar tradisional dilengkapi dengan puskesmas dan hunian di atasnya,” ucapnya.

Saat ini, ditambahkan Novizal, pihaknya tengah menyusun anggaran untuk tahun anggaran 2013. Anggaran untuk pembangunan rumah deret dan rumah susun terpadu juga sangat mungkin dimasukan. “Kita tidak bisa membangun tanpa perencanaan yang matang. Studi memang melalui konsultan. Tapi untuk studi awal oleh Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah dulu,” tandasnya. (Berjak)