Pembangunan Gedung Bank Mega Sangat Mengganggu

0

KonsPro (27/03) JAKARTA – BERSAMA ini kami Darmawan Arifin ingin menyampaikan keluhan bahwa di samping kediaman kami di Jl. Bantar Jati No. 31 Rt. 004/02, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur Sejak 11 Juli 2010 hingga surat ini kami sampaikan sedang berjalan pembangunan proyek gedung bertingkat milik Bank Mega.

Pembangunan gedung bertingkat yang terletak di RT 003/06 persis disamping kediaman kami tersebut sangat mengganggu kenyamanan dan ketenangan tempat tinggal kami terlebih lagi orang tua kami yang sedang sakit harus merasakan ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat dari pembangunan proyek tersebut.

Gangguan yang kami rasakan sepanjang hari adalah kebisingan yang ditimbulkan karena suara alat-alat berat dan proses pembangunan proyek. Selain itu kami harus menghirup udara yang kotor berdebu sebagai dampak dari proses pembangunan proyek.

Serta truk-truk dan kendaraan alat berat proyek yang melintas setiap hari di jalan yang tidak sepatutnya dilalui oleh truk. Kendaraan alat berat proyek (lebar jalan ± 2m).

Jalan tersebut berada tepat didepan kediaman kami karena hanya itulah jalan satu-satunya yang mudah diakses oleh Bank Mega menuju ke lokasi proyek. Padahal mereka mempunyai jalan/akses sendiri (Rt. 003/06). Sehingga jalan menjadi rusak padahal sebagian tanah dari jalan tersebut adalah hak milik kami yang telah digunakan secara sewenang-wenang dan tanpa izin.

Selama proses pembangunan proyek tersebut pihak Bank Mega di backingi oleh ormas tertentu sehingga kami merasa tertekan dan terintimidasi. Permasalahan ini telah kami sampaikan juga ke Komnas HAM dan sedang dalam proses oleh pejabat berwenang.

Selain itu kondisi kami saat ini juga telah diketahui oleh pihak RT, RW dan Lurah setempat namun sampai saat ini mereka belum membantu sebagaimana mestinya selaku perwakilan masyarakat. Bahkan mereka cenderung membela kepentingan pihak Bank Mega daripada kami sebagai rakyat kecil yang diperlakukan semena-mena oleh Bank Mega karena adanya pembangunan proyek tersebut.

Memang sudah pernah dilakukan pembicaraan tapi hanya sebatas itu saja dan hanya janji-janji manis di depan hadapan orangtua kami. Tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut yang berarti, apakah memang rakyat kecil seperti kami yang tidak dihiraukan sama sekali terhadap instansi pemerintah yang seharusnya melindungi rakyat kecil seperti kami.

Kami mohon dari pihak Bank Mega memperhatikan masalah kami yang mungkin bagi anda tidak berarti tapi bagi kami sangat berarti terlebih orangtua kami dalam kondisi sakit. Kami hanya menuntut rasa kemanusiaan baik dari pihak Bank Mega sendiri dan Pihak Instansi Pemerintah yang bersangkutan.

Kami tahu Bpk Chaerul Tanjung orang yang baik selaku pemilik Bank Mega selalu memperhatikan kondisi sekitar. Sebenarnya kami tidak ingin masalah ini muncul di media tapi kami merasa tidak didengar keluhan kami jadi kami beralasan agar didengar kepada semua pihak baik Bank Mega dan Instansi Pemerintah.

Sebelumnya apabila ada yang kurang berkenan dalam penyampaian kami mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya dan akhirnya harapan kami pihak Bank Mega masih memiliki hati untuk mendengarkan keluhan kami. Terima Kasih.

Darmawan Arifin, Jl. Bantar Jati No. 31 Rt. 004/02, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, lina.marlina21@gmail.com

detik.com