Nilai Investasi di CitraRaya Tangerang Meningkat Drastis

0
Direktur Utama PT Ciputra Residence Budiarsa Sastrawinata didampingi Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar memotong tumpeng sebagai wujud syukur CitraRaya Tangerang memasuki usai 20 tahun, di CitraRaya Tangerang, Minggu (19/10/2014). Foto: Erlan Kallo

KonsPro (19/10/2014), TANGERANG – DI usianya yang ke 20, CitraRaya Tangerang berhasil mencatatkan transaksi sangat spektakuler. Hingga September 2014 perumahan skala kota yang berlokasi di Cikupa, Tangerang ini telah membukukan omset penjualan Rp. 1 triliun.

CitraRaya Tangerang merupakan The Largest Township Development yang dimiliki oleh Ciputra Group dengan luas area pengembangan 2.760 Ha, dimana sampai saat ini pengembangan telah mencapai 700 Ha.  Dimulai pada tahun 1994, pengembangan ini tentunya telah melalui sejumlah transformasi untuk bisa tetap menyediakan produk-produk yang baru dan memberikan nilai ekonomis yang menarik bagi para konsumen.

Salah satu inisiatif utama adalah program CitraRaya Tangerang EcoCulture dan revitalisasi kawasan yang diluncurkan tahun 2011. “CitraRaya – It’s our Green Community dikembangkan dengan konsep berwawasan lingkungan yaitu EcoCulture, dimana pengembangan yang ramah lingkungan bukan hanya slogan tetapi menjadi budaya dan langsung diterapkan mulai konsep kawasan, siteplan, sampai pada detail layout serta spesifikasi di setiap rumah/ruko/office  yang kami pasarkan,” kata Direktur Utama PT Ciputra Residence Budiarsa Sastrawinata, kepada sejumlah media di sela-sela acara puncak peringatan Hari Jadi CitraRaya Tangerang Ke-20, di CitraRaya Tangerang, Minggu, 19 Oktober 2014.

Tidak berhenti di situ saja, lanjut Budiarsa, kunci keberhasilan program “membudayakan hidup ramah lingkungan” adalah menggugah peran serta aktif masyarakat CitraRaya Tangerang, yang saat ini lebih dari 60 ribu jiwa, ke depan diproyeksikan mencapai 300 ribu jiwa.

Program EcoCulture dapat berjalan dengan baik yang tak hanya ditandai dengan semakin hijau dan asrinya lingkungan CitraRaya Tangerang, tetapi juga merubah perilaku ramah lingkungan masyarakat CitraRaya Tangerang secara gradual menuju kesadaran bersama di masa-masa yang akan datang.

Sejak saat itu, perkembangan CitraRaya Tangerang meningkat sangat pesat. Hal ini terlihat dari peningkatan investasi yang sangat luar biasa, dimana setiap tahun harga tanah di CitraRaya Tangerang meningkat drastis. “Program EcoCulture juga berhasil mengangkat nilai investasi properti di CitraRaya Tangerang yang tentunya memberikan keuntungan tersendiri bagi para penghuni CitraRaya Tangerang dengan value property mereka yang semakin meningkat,” tegas Budiarsa di acara yang dihadiri, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, pimpinan DPRD Kabupaten Tangerang, dan Kapolres Tangerang Kota, Dandim 0506 Tangerang, serta para undangan lainnya.

Dengan berlangsungnya pesta demokrasi di Indonesia selama tahun 2014 ini dan adanya Surat Edaran Bank Indonesia tentang uang muka KPR property di akhir tahun 2013, banyak konsumen maupun investor properti mengambil sikap wait and see, menahan transaksi hingga kondisi politik kondusif.

Strategi-strategi yang inovatif dan kreatif dari segala aspek dalam mensiasati kondisi-kondisi ini, seperti program EcoCulture, terus dilangsungkan supaya CitraRaya Tangerang bisa menjelma menjadi destinasi utama tempat tinggal, bisnis dan investasi, di wilayah barat Tangerang.

“Selama tahun 2014 ini, kami telah memperoleh capaian yang luar biasa di saat perkembangan properti yang katanya sedang melambat. Setiap produk yang kami launching,  baik itu rumah, ruko, office habis terjual dalam hitungan jam. Kami bersyukur di bulan September 2014 penjualan kami sudah mencapai sebesar Rp. 1 trilun,” kata Direktur PT Ciputra Residence Agussurja Widjaja.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Ciputra Residence Mary Octo Sihombing menyatakan, melihat perkembangan CitraRaya Tangerang hingga hari ini, dia optimis ke depan pontensi perkembangan CitraRaya Tangerang Tangerang makin menjanjikan yang tentunya didukung kondisi makro ekonomi yang makin membaik.

Optimisme didasarkan, bahwa prospek properti di akhir tahun 2014 dan awal 2015 adalah masih ada ruang untuk bertumbuh dilihat dari beberapa faktor, yaitu:  BI Rate yang hampir 1 tahun ini stabil di 7,5%, fluktuasi inflasi yang terjaga relatif stabil, serta  situasi politik yang relatif kondusif, sehingga diharapkan perekonomian Indonesia dapat tumbuh sesuai ekspektasi pemerintah di atas 5.5%.

“Di saat instrumen investasi lainnya sedang kurang stabil, pasar properti merupakan instrumen alat investasi yang paling diminati sepanjang masa, karena resikonya hampir bisa dikatakan nol. Bahkan di saat krisis pun hanya 2 instrumen investasi yang paling aman dimasuki yaitu, emas dan properti,” kata Octo. (Erlan Kallo)