Menpupera Akan Pangkas Biaya Perijinan

0
foto :www.estatesdubai.com

KonsPro (8/11/2014), JAKRATA – DI awal masa jabatannya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Muhammad Basuki Hadimuljono membuat gebrakan, yang berencana memangkas perizinan untuk pembangunan perumahan yang selama ini menjadi keluhan para pengembang.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa selama ini, di samping besarnya biaya perijinan, pelaku pembangunan juga menanggung “biaya-biaya siluman” alias pungli yang jumlahnya tidak kecill. Keadaan ini, menurut salah seorang pengembang yang enggan disebut namanya, membuat biaya pembangunan menjadi jauh lebih besar.”Ujung-ujungnya, besarnya biaya tersebut akan dibebankan kepada konsumen,” katanya.

Menanggapi masalah tersebut, di hadapan para anggota asosiasi perumahan, REI, APERSI dan ASPERI, Jumat, 7 Nonember 2014, di Jakarta, Menpura berjanji akan memangkas dan memperbaiki proses perijinan.

“Salah satu fokus kita memang untuk memangkas proses perijinan dan usahakan satu pintu dan waktunya cepat, agar lebih simple dan semua proses harus berjalan cepat,” kata Basuki.

Menurutnya, pemangkasan birokrasi perijinan tersebut diterapkan dengan melakukan evaluasi proses pengadaan barang dan jasa terlebih dahulu. Kemudian akan difokuskan pada aturan-aturan yang dinilai menghambat pelaksanaan penyediaan hunian.

“Memang banyak keluhan, ada peraturan yang kita bikin tetapi menyulitkan kita sendiri, jadi harus dipermudah jangan mempersulit,” kata dia.

Basuki juga meminta kepada pengembang besar untuk tetap patuh hukum dan konsisten untuk menerapkan hunian berimbang, dan membantu bagi masyaraat berenghasilan rendah (MBR).

Di tempat yang sama, Ketua Umum DPP REI, Eddy Hussy mengeluhkan soal perijinan yang dianggap membebani dan proses cukup lama. Sehingga banyak pengembang, terutama untuk rumah MBR ini kesulitan membangun, karena perijinan belum turun.

“Prosesnya sampai 28 kali ijin dan waktunya cukup lama sampai satu tahun lebih, kami minta pak menteri untuk bisa mempercepat proses perijinan lebih mudah dan cepat,” kata dia. (Rifat)