Menpera Optimis Suku Bunga FLPP Turun

0
Dok.HUmas Kemenpera

KonsPro (19/1) JAKARTA – MENTERI  Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz optimis suku bunga Fasilitas Likuiditas  Pembiayaan Perumahan (FLPP) dapat diturunkan. Untuk itu, dirinya akan terus melakukan negosisasi dengan kalangan perbankan untuk menurunkan suku bunga KPR FLPP tersebut.

“Saat ini saya sedang melakukan negosisasi dengan beberapa bank termasuk BTN untuk menurunkan suku bunga FLPP. Saya optimis suku bunga FLPP bisa diturunkan,” ujar Menpera Djan Faridz saat memberikan pengarahan pada pembukaan Rapat Kerja Deputi Bidang Pembiayaan dan Rapat Kerja Deputi Bidang Pengembangan Kawasan di Kantor Kemenpera, Jakarta, Kamis (19/1).

Djan Faridz mengungkapkan, Adanya penurunan suku bunga tersebut diharapkan dapat benar-benar membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk dapat memiliki rumah dengan suku bunga rendah dan angsuran yang terjangkau. Bantuan FLPP juga sangat bermanfaat bagi masyarakat yang ingin membeli rumah melalui KPR. Selain itu, para pegawai negeri sipil (PNS) juga bisa menggunakan fasilitas bantuan pembiayaan dari Kemenpera tersebut.

Namun demikian, imbuh Djan Faridz, saat ini Kemenpera terus melakukan usaha untuk menurunkan suku bunga FLPP walaupun belum terjadi kesepahaman dari beberapa pihak. Hal itu bisa dilihat dari beberapa pernyataan dari sejumlah narasumber serta pengamat yang dikutip oleh media massa yang selalu merespon negatif kebijakan dari Kemenpera.

“Kami terus diserang oleh pernyataan dari para narasumber yang dikutip oleh media massa. Padahal niat kami untuk menurunkan suku bunga FLPP itu hanya untuk membantu meringankan beban masyarakat yang belum memiliki rumah,” tandasnya.

Saat ini, imbuh Djan Faridz, bunga KPR komersil yang ditawarkan oleh bank sudah turun menjadi sebesar 9 persen. Padahal Kemenpera memberikan bantuan likuiditas sebesar 60 persen.

Tentunya suku bunga tersebut bisa lebih diturunkan mengingat dana yang diberikan pemerintah cukup besar. melakukan negosiasi dengan pihak bank sehingga mereka bersedia memberikan bunga sekitar 7 persen atau bahkan 5 – 6 persen saja. Suku bunga yang ditawarkan tersebut sudah termasuk asuransi jiwa dan asuransi jika terjadi kebakaran. Maka kami akan terus

“Semuanya bisa dinegosiasikan asalkan semua pemangku kepentingan di bidang perumahan ini memiliki kepedulian untuk membantu masyarakat,” katanya. (Ristyan)